HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemanggilan Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Padahal Ferrari sudah lama cedera. Tidak hanya itu, dia juga minim menit bermain di level klub.
Komentator sepak bola Indonesia, Bung Towel, secara terbuka mempertanyakan alasan di balik pemanggilan Ferarri ke Timnas senior. Menurutnya, performa saat ini harus menjadi fokus utama dalam menentukan pemain yang layak membela negara.
“Dasarnya apa memanggil Ferarri? Dia lama cedera, lalu menit bermain juga kurang, tetapi tetap dipanggil. Bukankah untuk level senior yang dilihat adalah performa, bukan potensi?” jelas Bung Towel saat mengemukakan pendapatnya dikutip Senin (8/6/2026).
Lebih lanjut, Bung Towel menegaskan bahwa konsistensi bermain di klub sangat penting sebagai indikator kesiapan menghadapi persaingan internasional dalam sepak bola modern.
Perdebatan ini membagi publik menjadi dua kubu. Sebagian setuju dengan kritik Bung Towel bahwa performa klub harus menjadi tolok ukur utama. Namun, tidak sedikit yang berpendapat Ferarri masih layak mendapat kesempatan mengingat kualitas dan pengalaman internasional yang dimilikinya.
Muhammad Ferarri sendiri bukan nama baru di dunia sepak bola Indonesia. Lahir di Jakarta pada 21 Juni 2003, ia telah menorehkan prestasi sejak usia muda dengan membela berbagai kelompok umur Timnas Indonesia. Fleksibilitas posisinya sebagai bek tengah maupun bek kanan menjadi nilai tambah yang kerap dipertimbangkan pelatih.
“Pelatih tentu memiliki pertimbangan tersendiri saat memanggil pemain. Selain performa, faktor kebutuhan taktik, karakter bermain, pengalaman di lingkungan tim nasional, hingga fleksibilitas posisi juga sering menjadi pertimbangan penting,” beber pendukung Ferarri.
Karier Ferarri mulai mencuri perhatian saat membela Persija Jakarta dengan 71 penampilan di level senior sebelum bergabung dengan Bhayangkara FC pada 2025. Hingga Januari 2026, ia telah tampil dalam 12 pertandingan bersama klub barunya.
Di level internasional, rekam jejaknya cukup mengesankan. Ferarri membela Timnas U-20 dalam 20 pertandingan dengan lima gol, dan Timnas U-23 dengan 25 caps serta dua gol, termasuk menjadi bagian penting skuad peraih medali emas SEA Games 2023. Di tim nasional senior, ia telah mengumpulkan delapan penampilan dan dua gol.
Dengan nilai pasar sekitar Rp4,35 miliar menurut Transfermarkt, Ferarri masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan kualitasnya di level klub maupun bersama Timnas Indonesia.
Perdebatan mengenai pemanggilan Ferarri mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap Timnas Indonesia. Setiap keputusan seleksi pemain kini mendapat sorotan ketat, terutama saat menyangkut pemain yang sedang berjuang kembali ke performa terbaik setelah cedera.
Kini, yang paling dinantikan adalah apakah Ferarri mampu menjawab keraguan tersebut melalui penampilan di lapangan. Sebab pada akhirnya, performa dalam pertandingan adalah jawaban terbaik bagi setiap perdebatan yang muncul.





