HARIAN.FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar ramah tamah, dzikir, doa bersama dan buka puasa. Kegiatan tersebut sebagai puncak peringatan Milad ke-34 FK UMI.
Dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga mitra fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 6 Gedung baru Fakultas Kedokteran UMI. Senin (8/6/2026).
Sejak sore hari, suasana kekeluargaan sudah terasa di lokasi acara. Dekorasi bernuansa hijau yang menjadi identitas FK UMI menghiasi ruangan, sementara spanduk besar bertuliskan “Ramah Tamah, Dzikir, Doa dan Buka Puasa Bersama” menjadi latar utama peringatan milad tahun ini.
Di tengah ruangan, ratusan mahasiswa FK UMI tampak duduk bersila dengan rapi. Mereka mengikuti rangkaian dzikir dan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.
Lantunan kalimat tasbih, tahmid dan tahlil menggema, menciptakan suasana religius yang menyelimuti seluruh area kegiatan. Wajah-wajah para mahasiswa terlihat tenang saat mengikuti dzikir bersama.
Sebagian menundukkan kepala, sementara yang lain menengadahkan tangan memanjatkan doa. Momen tersebut menjadi gambaran kuat bahwa perayaan milad tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai spiritual dalam lingkungan akademik.
Suasana semakin khidmat ketika doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang FK UMI yang kini memasuki usia ke-34 tahun.
Seluruh yang hadir larut dalam suasana reflektif, mengenang perjalanan fakultas yang telah melahirkan ribuan tenaga medis yang mengabdi di berbagai daerah.
Dekan FK UMI, dr Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., Subsp. Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K, mengatakan bahwa kegiatan dzikir dan ramah tamah menjadi bagian penting dalam peringatan milad, sebab
mencerminkan karakter FK UMI yang memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai keislaman.
“Milad bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi, melainkan momentum memperkuat kebersamaan seluruh sivitas akademika dalam membangun fakultas yang semakin maju dan berdaya saing,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr Nasrudin juga menyampaikan rencana pengembangan sarana pendidikan FK UMI. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah pembangunan Gedung B yang nantinya difokuskan sebagai pusat laboratorium.
“Keberadaan laboratorium yang lebih modern diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran mahasiswa serta meningkatkan kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa di lingkungan FK UMI,” ungkapnya.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib menegaskan pentingnya penguatan prosedur profesional dalam setiap proses yang dijalankan institusi.
Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik harus dibangun melalui sistem yang terukur dan berkelanjutan.bIa menilai profesionalisme menjadi fondasi utama dalam menjaga mutu institusi.
“Ini sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi,” ungkapnya.
Usai dzikir dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempertemukan berbagai unsur keluarga besar FK UMI.
Para dosen, mahasiswa, alumni dan tenaga kependidikan tampak berbaur dalam suasana penuh keakraban.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antargenerasi, sekaligus mengenang berbagai capaian yang telah diraih FK UMI selama lebih dari tiga dekade perjalanan pengabdiannya di bidang pendidikan kesehatan.
Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta kembali berkumpul untuk menikmati hidangan buka puasa bersama. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol kuat persatuan dan solidaritas keluarga besar FK UMI.
Melalui puncak Milad ke-34 yang diisi dengan dzikir, doa bersama dan ramah tamah, FK UMI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi pendidikan kedokteran yang unggul, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kesehatan Indonesia.(wis)





