Spesialis Anak Tegaskan Susu Tetap Boleh Dikonsumsi hingga Usia Remaja

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dokter Spesialis Anak Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menegaskan anak tetap boleh mengonsumsi susu hingga usia remaja karena susu merupakan salah satu komponen penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.

Rini mengatakan masih banyak orang tua yang beranggapan susu hanya diperlukan hingga anak berusia lima tahun.

“Jadi kalau ditanya untuk susu usia berapa Semua usia anak Kalau dalam kandungan berarti ibunya yang minum susu Sampai dia remaja,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurut Rini, susu bukan pengganti makanan utama, melainkan pelengkap asupan harian untuk mendukung kebutuhan gizi anak.

Gizi Kurang dan Stunting Masih Jadi Tantangan

Rini menjelaskan salah satu persoalan utama yang masih dihadapi Indonesia adalah gizi kurang, stunting, dan gizi buruk pada anak.

Ia mengatakan kekurangan asupan gizi yang tidak ditangani sejak dini dapat berdampak hingga usia dewasa dan bahkan memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.

“Akhirnya pada saat dia hamil, bisa melahirkan anak dengan berbadan kurang. Jadi stunting itu istilahnya perawakan pendek, karena malnutrisi dan ada infeksi kronis,” ujarnya.

Menurutnya, anak dengan gizi buruk memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan anak dengan status gizi normal.

Di sisi lain, anak yang mengalami kelebihan berat badan juga berisiko menghadapi penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi saat dewasa muda.

Orang Tua Diminta Perhatikan Asupan dan Nutrisi Anak

Rini mengingatkan orang tua untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula guna mencegah karies gigi yang dapat menghambat kemampuan anak mengunyah makanan.

“Dan juga konsumsi gula yang berlebihan, mulai dari remeh, coklat, kue-kue, dan lain-lain, ini bisa meningkatkan kejadian karies,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemenuhan zat besi sejak masa kehamilan karena kekurangan zat tersebut dapat memengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Rini juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebutuhan vitamin D yang berperan penting dalam metabolisme tulang.

“Padahal kita negara kita mataharinya banyak, tapi kalau keluar rumah selalu pakai payung, pakai topi dan lain-lain, sehingga sinar matahari tidak masuk,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat berjemur pada pukul 08.00 hingga 09.00 pagi tanpa menggunakan topi atau pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar paparan sinar matahari dapat terserap secara optimal.

Rini menambahkan pemenuhan nutrisi yang baik harus dibarengi dengan stimulasi yang tepat agar perkembangan otak dan tumbuh kembang anak berlangsung maksimal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suroboyo 10K 2026 Sukses Digelar, Kolaborasi Olahraga dan Ekonomi Kreatif Makin Menguat
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pendaftaran SPMB Makassar 2026 Dimulai 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Aurora Ventures Bidik Penguatan Ekosistem Startup Perempuan di Negara Berkembang
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kondisi 2 Pekerja Korban Ledakan di Galian Fatmawati: Luka Bakar, Masih di IGD
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan Menahan Bersin karena Malu di Tempat Umum: Apakah Aman bagi Tubuh?
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.