JAKARTA, KOMPAS.com - ATP (26), perempuan yang meninggal karena jatuh dari lantai 27 di apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, ternyata menyewa unit apartemen secara harian kepada pihak ketiga.
Head of Communications Green Pramuka City, Lusida Sinaga, mengatakan, informasi itu telah dipastikan dari pemilik unit apartemen yang disewa ATP sebelum meninggal.
"Kami sudah mendapatkan konfirmasi bahwa memang unit ini disewakan bulanan kepada pihak ketiga," ujar Lusida saat dijumpai Kompas.com di Kompleks Green Pramuka City, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Sebelum Jatuh dari Lantai 27 Apartemen Green Pramuka, Korban Sempat Kirim Pesan Menyerah ke Pacar
"Jadi pihak ketiga inilah yang menyewakan harian ke korban," ucapnya.
Lusida juga menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan penuturan para petugas keamanan yang piket pada Sabtu (6/6/2026) malam atau saat peristiwa terjadi.
Mulanya, petugas keamanan mendengar ada benda jatuh dengan amat keras.
Setelah itu, mereka segera memeriksa asal suara.
Baca juga: Polisi Duga Perempuan yang Jatuh dari Lantai 27 Apartemen Green Pramuka Meninggal Bunuh Diri
"Sekuriti mendengarkan ada yang jatuh, 'gedebuk' gitu ya dari atas ke bawah. Langsung dicek ke lokasi," tutur Lusida.
"Ditemukan seorang perempuan di ramp motor yang miring. Ramp motor yang naik itu," lanjutnya.
Petugas keamanan saat itu langsung menghubungi kepolisian. Tak berapa lama kemudian polisi datang ke lokasi yang berada di samping Tower Nerine Kompleks Green Pramuka City.
Lusida bilang, ketika ATP ditemukan di tanah kondisinya sudah meninggal dunia.
Baca juga: Seorang Wanita Jatuh dari Lantai 27 Apartemen Green Pramuka City Jakpus
"Sudah tidak bernyawa. Jadi makanya kita langsung serahkan ke kepolisian dan kepolisian menyerahkan ke rumah sakit," katanya.
Sewa harian tidak dianjurkan
Lusida mengungkapkan, pihak manajemen Green Pramuka City sebenarnya tidak menyarankan setiap pemilik apartemen menyewakan unit apartemen milik mereka secara harian.
Tujuannya untuk menghindari risiko adanya potensi kriminal dalam metode sewa harian.
"Kami sudah tahu kalau sewaan harian itu selalu berisiko tinggi. Tetapi kadang kita tidak bisa membatasi pemilik ketika dia punya agen sendiri," ujar Lusida.