Komisi III DPRD Kota Bandung Ajak Warga Hidup Ramah Lingkungan untuk Tekan Sampah

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana, mengajak masyarakat kembali mengadopsi pola hidup ramah lingkungan seperti yang diterapkan masyarakat pada masa lalu dalam upaya menekan persoalan sampah di perkotaan.

Dalam sosialisasi penanganan sampah di Taman Film Bandung, akhir pekan lalu, Nina menilai pola hidup sederhana yang minim limbah pernah menjadi praktik sehari-hari masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah.

“Dulu sampah organik cukup ditimbun di lubang di pekarangan rumah. Itu sudah menjadi kebiasaan yang sangat sederhana namun efektif,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada masa tersebut penggunaan plastik dan kertas belum masif seperti saat ini, sehingga volume sampah yang dihasilkan masyarakat relatif jauh lebih sedikit.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Aktivitas sehari-hari pun lebih banyak menggunakan bahan alami, termasuk penggunaan daun sebagai alas makan serta kebiasaan menyimpan air minum dalam wadah tradisional setelah dimasak. “Dengan pola hidup seperti itu, sampah yang dihasilkan sangat minim dan sebagian besar sampah organik selesai di lingkungan rumah masing-masing,” kata Nina.

Meski tidak semua praktik tersebut dapat diterapkan secara utuh di tengah kondisi modern saat ini, Nina menilai prinsip pengelolaan sampah mandiri tetap relevan untuk diadaptasi dalam skala kewilayahan.

Salah satu gagasan yang ia dorong adalah penguatan pengolahan sampah organik di tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui pembuatan lubang kompos, sehingga dapat mengurangi beban Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Jika setiap RT memiliki lubang pengolahan sampah organik, maka volume sampah yang harus dibuang ke TPS bisa berkurang signifikan,” ujarnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan berbasis lingkungan dan kewilayahan di Kota Bandung.

Nina juga menegaskan, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, ia turut menyampaikan harapan agar kawasan di bawah Jembatan Pasupati ke depan dapat menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama seluruh elemen warga.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
27 rumah dan dua gereja di Sulawesi Utara rusak akibat gempa
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
5 Arti Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola di Piala Dunia, Pertanda Munculnya Ambisi hingga Keinginan untuk Diakui
• 6 jam lalugrid.id
thumb
OTT, KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Jabat Kepala BGN, Nanik S Deyang Rangkap Jabatan Komisaris Pertamina
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Foto: Mengintip Sesi Latihan Timnas Indonesia Jelang Lawan Mozambik
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.