Wakil Wali Kota Bogor Larang Titip-menitip Pelamar Kerja di Job Fair 2026

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip calon pekerja kepada perusahaan dalam pelaksanaan Job Fair Kota Bogor 2026.

Diketahui, Job Fair Kota Bogor berlangsung pada Senin (8/6/2026) hingga Selasa (9/6/2026) dengan menyediakan 3.212 lowongan pekerjaan dari 30 perusahaan.

Jenal meminta seluruh perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut mengedepankan profesionalisme dalam proses rekrutmen dan seleksi pelamar.

Baca juga: Usia 53 Tahun, Pang Tetap Berburu Kerja di Job Fair Bogor demi Menafkahi Tiga Anak

Ia menekankan, tidak boleh ada perlakuan khusus bagi kandidat yang memiliki kedekatan dengan pejabat maupun pihak tertentu.

"Saya berharap wajib tidak ada kolusi. Tidak ada prioritas titip penitip siapa pun pejabatnya. Perusahaan harus profesional. Pak Kadis siap mengawal, tidak ada kenalan siapa atau dari siapa. Semua profesional," kata Jenal di Mall Jambu Dua kepada wartawan, pada Senin (8/6/2026).

Selain memastikan proses rekrutmen berjalan transparan, Jenal juga meminta perusahaan melaporkan hasil perekrutan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor setelah pelaksanaan Job Fair selesai.

Baca juga: Saya Ingin Lihat Dia Punya Pekerjaan, Kisah Nisa Antar Kekasih ke Job Fair di Kota Bogor

Menurut dia, laporan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan bursa kerja ke depan.

"Dan saya pastikan nanti setelah dua hari berjalan, mereka, para perusahaan yang merekrut, untuk lapor balik ke Disnaker berapa yang diterima," kata Jenal

Lebih lanjut, ia berharap peserta yang berhasil memperoleh pekerjaan melalui Job Fair tahun sebelumnya dapat memberikan testimoni terkait proses seleksi yang mereka jalani.

Baca juga: Saat Job Fair Bogor Jadi Harapan Pemutus Masa Menganggur

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Testimoni tersebut dinilai penting untuk menunjukkan bahwa penerimaan kerja dilakukan secara profesional dan berdasarkan kompetensi.

"Ini agar dijadikan evaluasi dan kedepan atau nanti setelah beres acara, orang-orang yang keterima di tahun lalu harusnya menyampaikan testimoni. Bahwa mereka masuk secara tes profesional, tidak ada titik penitip," ujar Jenal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tulungagung Job Fair 2026 Buka 1.000 Posisi, Cek Jadwal Biar Kamu Sat Set!
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Gempa Bumi Landa Filipina, Peringatan Tsunami Muncul
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Akhir Cerita Heroik Ananda Raehan Bersama PSM Makassar, Segera ke Bhayangkara FC
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Tunda Pembahasan Bea Keluar Batu Bara, Ini Alasannya
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Subianto Terima Delapan Duta Besar Negara Sahabat
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.