WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada Iran dan Israel segera stop saling menembakkan rudal.
Seruan itu dikeluarkan Trump setelah Iran dan Israel kembali saling serang dengan rudal. Hal itu mengancam keberlangsungan proses diplomasi yang tengah berlangsung.
Perang pecah setelah Israel dan AS menyerang wilayah Iran pada 28 Februari lalu dan membunuh ribuan orang termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
“Israel dan Iran harus segera berhenti menembak,” tulis Trump di media sosial Truth Social, Senin (8/6/2026).
Ia kemudian kembali memposting dan menyebut negosiasi perdamaian sedang berlangsung, serta Israel dan Iran tengah berupaya untuk segera melakukan gencatan senjata.
Baca Juga: Pemimpin Eropa Dukung Pertemuan Zelenskyy dan Putin demi Capai Gencatan Senjata Rusia-Ukraina
“Kedua belah pihak, Israel dan Iran, berupaya untuk segera melakukan gencatan senjata! Negosiasi akhir tentang 'perdamaian' sedang berlangsung, dengan kemungkinan terhalang oleh ketidaktahuan atau kebodohan,” tulisnya.
Meski begitu, ia menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan akhir tercapai.
Sebelumnya pada Senin pagi, Iran dan Israel dilaporkan saling melakukan serangan rudal. Ini menjadi serangan pertama antara kedua pihak sejak gencatan senjata AS-Iran berlaku dua bulan lalu.
Iran menyalahkan AS atas serangan Israel tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/The Times of Israel
- donald trump
- israel
- iran
- Israel serang Iran
- Iran serang Israel
- perang iran





