Rini Septiani (26), salah satu korban dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) di Majalaya, Kabupaten Bandung, mengaku syok dengan kasus yang menimpanya.
Awalnya semua rencana resepsi pernikahan itu terlihat berjalan normal. Bahkan, Rini masih berkomunikasi dengan baik dengan pihak WO.
Namun pada H-3, Rini mulai menemukan sejumlah kejanggalan. Kecurigaan itu semakin menguat saat pihak gedung yang ia sewa tiba-tiba meminta pelunasan. Padahal, ia sudah membayar penuh kepada pihak WO.
"Lalu dikonfirmasi ke owner-nya, masih ada komunikasi. Bahkan beliau menyebutkan sedang ada di daerah Majalengka. Setelah dicek ulang ke pihak gedung ternyata memang belum ada pembayaran," kata Rini di Polda Jawa Barat, Senin (8/6).
Selain itu, pihak vendor juga mulai menanyakan terkait pembayaran kepada Rini. Padahal, resepsi pernikahannya tinggal hitungan hari.
"Nah dari sana hari Kamis langsung ada beberapa vendor juga yang mengontak menanyakan hal yang sama karena belum ada pelunasan di H-3," kata Rini.
Kondisi tersebut membuat keluarga panik. Apalagi undangan telah disebarkan dan seluruh persiapan pernikahan sudah hampir rampung.
"Kaget, hancur, syok utamanya mah. Kena mental juga, karena takutnya acara tidak terjadi," ungkapnya.
Keluarga pun berupaya mencari keberadaan pemilik WO dengan mendatangi rumah dan pihak keluarga yang bersangkutan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kerugian Rp 125 Juta Lebih
Paman korban, Agung, mengatakan keluarga sempat menemui pihak keluarga pemilik WO pada Kamis (4/6). Namun hingga menjelang hari pernikahan tidak ada solusi maupun itikad baik yang diberikan.
"Jumlah total kerugian kita sudah tercatat rapi dan totalnya Rp 126.250.000 dan itu sudah dibayarkan lunas ke WO ini," ucap Agung.
Setelah keluarga berkonsultasi, resepsi pernikahan tetap terlaksana dengan bantuan keluarga besar.





