Grab Percepat Elektrifikasi, Armada Kendaraan Listrik Tembus 14.000 Unit

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Grab Indonesia terus memperluas penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam operasionalnya. Hingga 2025, jumlah armada Grab Electric yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai sekitar 14.000 unit yang terdiri atas sepeda motor dan mobil listrik.

Director of GrabRental and Expansion Business Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan, armada kendaraan listrik tersebut telah beroperasi di 12 kota, mulai dari Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Manado, hingga Bali.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Pada 2025, kami mengelola sekitar 14.000 unit kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 11.000 hingga 12.000 unit merupakan kendaraan roda dua, sementara sekitar 3.000 unit merupakan kendaraan roda empat," ujar Halim dalam BIG Strategic Forum 2026 pada Senin (8/6/2026).

Untuk kendaraan roda dua, Grab menggandeng sejumlah produsen dan penyedia kendaraan listrik, antara lain Swap, Alva, Electrum, Kymco, Viar, hingga Kilats.

Adapun, pada segmen roda empat, khususnya layanan GrabCar, perusahaan memanfaatkan sejumlah model kendaraan listrik seperti BYD Atto 1, BYD M6, Aion Y Plus, serta beberapa model lain seperti Maxus Mifa dan Denza D9 yang digunakan untuk layanan premium.

Baca Juga

  • Transisi Logistik Hijau Terkendala Modal, Kurir Butuh Insentif Motor Listrik
  • Permenkomdigi No.8/2025 Dukung Logistik Hijau, Komdigi Tekankan Ekosistem Inklusif
  • Peluang Insentif Pembiayaan Logistik Hijau, MUF Bakal Koordinasi dengan OJK

"Saat ini, sekitar 80% hingga 90% armada kendaraan listrik Grab terkonsentrasi di dua wilayah utama, yakni Jabodetabek dan Bali. Hal ini sangat berkaitan dengan kesiapan infrastruktur pendukung," jelasnya.

Halim menuturkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik masih berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan.

Oleh karena itu, Grab melalui unit Grab Rental menjalin kerja sama dengan berbagai operator stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), termasuk PT PLN (Persero) sebagai penyedia jaringan SPKLU terbesar di Indonesia.

"Kami percaya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggapan Ruben Onsu soal Video Permintaan Maaf Sarwendah
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Said Iqbal Dilantik jadi Penasihat Prabowo
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Kemendiktisaintek Catat 1.384 Calon Dokter Retaker hingga Akhir 2025
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Layani 21,56 Juta Ton Batu Bara pada Januari hingga Mei 2026, Dukung Kelancaran Logistik Nasional
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Mengkaji Efek Skrining Elektron Kuantum pada Laju Fusi Nuklir
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.