JAKARTA, KOMPAS.com - Dentingan alat musik tradisional gambang dan kromong masih terdengar, meski di tengah zaman yang terus berubah.
Di tengah gempuran musik modern, suara musik tradisional gambang kromong masih terus berbunyi dari tangan-tangan lihai anak muda di Sanggar Silibet, Pengadegan, Jakarta Selatan.
Berkat para Gen Z tersebut lah, kesenian musik tradisional gambang kromong masih terjaga dengan baik, bahkan melebihi kesenian Betawi lain seperti lenong.
Hal itu dapat dilihat di berbagai acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang kerap kali menghadirkan musik gambang kromong.
"Masih banyak grup atau sanggar gambang kromong yang masih eksis dan masih banyak tampil pada acara-acara yang diselenggarakan, baik oleh masyarakat maupun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Jumat (6/6/2026).
Sejauh ini, ada sekitar 90 grup gambang kromong yang masih eksis di seluruh Jakarta dan berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan.
Baca juga: Dulu Menolak, Kini Mendunia: Kisah Wawan Cucu Mpok Nori Menjaga Warisan Gambang Kromong
TantanganMiftah mengaku, menjaga gambang kromong di tengah perkembangan musik modern tentu saja tak mudah dan pemerintah harus menghadapi berbagai tantangan.
Pertama, berkurangnya minat generasi muda untuk menikmati dan menyukai musik gambang kromong.
Banyak orang menilai, musik gambang kromong sangat jadul dan instrumennya begitu membosankan.
Kebanyakan anak muda, kata Miftah, kini lebih menyukai musik pop modern baik dalam negeri maupun luar negeri.
Tantangan kedua yang harus dihadapi adalah perkembangan budaya populer global.
"Di zaman digital saat ini segala informasi, termasuk seni apalagi musik, dengan mudahnya masuk di kalangan generasi muda, hal ini mengakibatkan gambang kromong harus berjuang keras dalam menghadapi persaingan dengan seni musik lain," ungkap Miftah.
Ketiga adalah lambatnya regenerasi pemain alat musik gambang kromong, karena tidak semua alat dalam musik tradisional itu mudah untuk dipelajari atau dimainkan.
Jadi, membutuhkan waktu yang panjang untuk menemukan bakat-bakat muda yang mau mempelajari berbagai alat musik yang ada di gambang kromong tersebut.
Baca juga: Gen Z dan Gambang Kromong, Merawat Warisan Betawi Lewat Teknologi
Meski tak mudah, Dinas Kebudayaan telah memiliki progran untuk mendukung pelestarian gambang kromong agar tidak tergerus zaman.





