JAKARTA, KOMPAS.com - Jakmania meminta pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY) untuk mempelajari bahasa Indonesia untuk menghindari kendala komunikasi dengan para pemain di ruang ganti maupun di lapangan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Putra (36), seorang Jakmania asal Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ia menilai, instruksi yang disampaikan langsung oleh pelatih dalam bahasa Indonesia akan membuat pemain merasa lebih nyaman dan mempercepat proses adaptasi tim.
Baca juga: Shin Tae Yong Jadi Pelatih Persija, Pramono: Semoga Memberi Kado 500 Tahun Jakarta
"Kendala bahasa itu akan mempersulit juara sih. Saya berharapnya kalau memang serius Shin Tae-yong mau belajar bahasa Indonesia, biar lebih enak melatihnya dan pemain juga lebih nyaman, biar enggak pakai orang ketiga (penerjemah) terus. Kalau begitu, bisa dah kita juara," kata Putra saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (8/6/2026).
Selain masalah komunikasi, Putra juga menyoroti kendala lainnya di luar lapangan, yaitu banyaknya hujatan yang kerap diarahkan kepada Shin Tae-yong di media sosial.
Ia berharap tak ada lagi gangguan di media sosial yang dinilai bisa mengganggu fokus juru taktik asal Korea Selatan tersebut saat melarih Macan Kemayoran.
"Waktu STY di Timnas itu kan banyak yang nyerang di medsos ya, buzzer gitu, jadi bikin fokusnya terpecah. Harapan saya, jangan sampai adanya Shin Tae-yong itu justru buzzer-buzzer malah menyerang lagi. Jangan malah bikin gaduh, saya berharap jangan ada buzzer yang nyari panggung dari STY," ujarnya.
Senada, pengurus Jakmania Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Abang, Moehamad Rizqi Saputra, juga meminta Shin Tae-yong segera meningkatkan kedisiplinan pemain, seperti yang dilakukannya di Timnas.
Salah satunya adalah meningkatkan kekompakan pemain dan meminimalisir emosi yang berdampak negatif saat di lapangan.
"Paling bentuk chemistry di tim dulu, sama lebih mengendalikan emosional pemain. Musim kemarin kan pemain Persija tuh selalu emosional, ya emang harus dikontrol emosinya sama buat tim biar padu dulu chemistry-nya," ucap Rizqi.
Baca juga: Shin Tae Yong Latih Persija, Jakmania: Musim Depan Juara Harga Mati
Yakin cepat adaptasiDi sisi lain, Pemerhati Persija, Taufiq Ardyansyah, meyakini STY tidak akan kesulitan memahami kultur sepak bola Indonesia berkat pengalaman lima tahun melatih Timnas.
Ia bahkan mengaku optimistis kedatangan STY bisa membawa Persija meraih gelar juara di musim depan.
Namun, Taufiq menggarisbawahi bahwa target prestasi tersebut hanya bisa tercapai apabila manajemen Persija bersedia memenuhi kebutuhan pemain yang diminta oleh pelatih.
"Manajemen Persija harus mendukung rencana belanja Shin Tae-yong. Kalau misalnya dia butuh 11 pemain bintang, ya itu harus didukung. Kalau kebutuhan pelatih dicukupi manajemen, bukan tidak mungkin gelar juara itu bisa datang di tahun pertama," kata Taufiq.
Taufiq juga mengingatkan bahwa untuk meraih juara, Persija tak boleh membuang-buang poin dalam laga krusial, terutama saat melakoni laga kandang.
"Persija itu enggak boleh lagi kehilangan poin di kandang. Melawan siapa pun, di kandang itu wajib menang. Target juara di musim 2026/2027 harus benar-benar direalisasikan, jangan meleset lagi," tutur Taufiq.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




