JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut progres pembersihan "pulau sampah" di Muara Angke, Jakarta Utara, telah mencapai 90 persen.
Human Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, penanganan yang dilakukan mencakup sampah yang mengapung di permukaan maupun endapan di kawasan perairan.
"Yang dimaksud Pak Gubernur adalah penanganan secara menyeluruh, baik sampah yang mengapung di permukaan maupun endapan di perairan. Saat ini sebagian besar sampah yang mengapung di permukaan sudah berhasil ditangani," kata Yogi saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Pulau Sampah Muara Angke Jakut Belum Tuntas Dibersihkan, Sedimentasi Lumpur Masih Terlihat
Meski demikian, masih terdapat endapan sedimentasi yang bercampur dengan sampah plastik di sejumlah titik.
"Ketika sedimentasi mengering, material plastik tersebut menjadi lebih terlihat seperti corak berwarna terang di permukaan," ujar dia.
DLH DKI tengah mengupayakan penambahan alat berat berupa amphibious excavator untuk mempercepat penanganan endapan tersebut.
"Kami terus mengoptimalkan proses penanganan dan sedang mengupayakan penambahan alat berat agar pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan lebih cepat dan lebih efektif," ujar Yogi.
Selain melakukan pembersihan, pihak DLH DKI juga menyiapkan langkah pencegahan agar sampah tidak kembali menumpuk di kawasan muara dan pesisir Teluk Jakarta.
"Karena itu, strategi pencegahan yang dilakukan adalah memperkuat pengendalian sampah di badan air melalui pembangunan saringan sampah dan penyekatan di sejumlah ruas kali," jelas dia.
Baca juga: Pulau Sampah di Jakarta dan Ancaman yang Mengalir ke Meja Makan
"Langkah ini bertujuan menahan sampah sebelum mencapai muara, sehingga volume sampah yang masuk ke pesisir dan Teluk Jakarta dapat terus ditekan," tamba Yogi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang