Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Gerindra Sugiat Santoso mendorong penguatan anggaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Penguatan anggaran itu dinilai perlu guna meningkatkan efektivitas pembinaan dan kemandirian warga binaan.
Sugiat menegaskan bahwa anggaran yang dikucurkan negara harus diarahkan pada program pembinaan yang produktif, bukan sekadar membiayai operasional lembaga pemasyarakatan (lapas). Menurutnya, penguatan anggaran wajib diarahkan untuk optimalisasi program pembinaan warga binaan agar mampu membawa dampak positif ketika kembali ke masyarakat nanti.
"Pembinaan tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga perlu mencakup penguatan kepribadian serta kemampuan pendampingan sosial," ungkap Sugiat dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Ia meminta Ditjen PAS memberikan pelatihan keterampilan kemandirian sekaligus bimbingan kepribadian yang memadai. Termasuk di dalamnya pembekalan kemampuan di bidang konseling, psikologi, dan metode pendampingan yang tepat bagi warga binaan.
Sugiat juga menyoroti besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk penyelenggaraan lapas. Menurutnya, investasi tersebut harus berbanding lurus dengan penurunan angka kriminalitas dan keberhasilan pembinaan.
"Negara mengeluarkan triliunan rupiah untuk memberikan fasilitas terhadap narapidana yang sudah terbukti berbuat kejahatan dengan membangun lapas dan fasilitas penunjang lainnya. Namun, pada kenyataannya, angka kejahatan terus menerus meningkat bahkan banyak lapas yang overcapacity, padahal setiap angka kejahatan seharusnya dapat menurun," tutur Sugiat.
Dalam pandangannya soal efek jera, Sugiat turut menyinggung penerapan hukuman di Arab Saudi. Ia menyebut sistem hukum di sana dinilai memberikan efek jera langsung kepada pelaku kejahatan.
"Mereka pelaku kejahatan yang dihukum lama hanya makan dan tidur tanpa memberikan dampak positif kepada negara, pemerintah harus bercontoh kepada Arab Saudi yang memberikan hukuman potong tangan kepada pelaku pencurian tanpa harus berlama-lama dipenjara," katanya.
Selain mendorong penguatan anggaran, Sugiat juga meminta pemerintah mencari alternatif pembiayaan program pembinaan di luar anggaran negara. Ia menilai produktivitas warga binaan perlu ditingkatkan agar mereka bisa berkontribusi membiayai kebutuhan pembinaan selama menjalani masa hukuman.
"Seharusnya uang yang dikhususkan untuk warga binaan harus dihasilkan oleh mereka sendiri tanpa membebani keuangan negara," tutup Sugiat.
(akn/ega)





