Bisnis.com, PALEMBANG — Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai penurunan kinerja ekspor batu bara daerah pada awal tahun ini berkaitan dengan proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kumulatif Sumsel pada Januari–April 2026 sebesar US$1,69 miliar, turun 23,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,23 miliar.
Penurunan terutama berasal dari sektor pertambangan dan lainnya yang turun 45,92% menjadi US$462,64 juta. Kinerja ini sejalan dengan melemahnya ekspor batu bara dan lignit yang juga terkontraksi 45,92% secara tahunan.
Deru mengatakan RKAB menjadi faktor yang memengaruhi volume produksi dan penjualan perusahaan tambang, yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Persoalan ini terkait RKAB. Rencana kerja itu ditentukan dulu volumenya. Kita berharap pada Juli nanti ada perbaikan sehingga ekspor kembali meningkat,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dia menjelaskan seluruh rantai kegiatan ekspor batu bara, mulai dari penetapan RKAB, perizinan ekspor, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP), berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Baca Juga
- 55 SPPG di Batam Berhenti Beroperasi Sementara, Dana MBG Belum Cair
- Begini Cara Beli Tiket Kapal Wira Jaya Logitama dari Aplikasi Bank Sumut
- Ekspor Batu Bara Sumsel Tertekan saat Ekonomi Masih Bergantung pada Tambang
Meski begitu, daerah ikut terdampak melalui skema dana bagi hasil dalam kerangka Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).
“Jadi kalau ekspornya kecil tentu berimbas kepada dana bagi hasil yang diterima daerah. Namun kami berharap kondisi ini hanya sementara karena RKAB belum diberikan secara maksimal, karena ada regulasi satu pintu ekspor,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah menyebut upaya menjaga kinerja ekspor juga dilakukan melalui perbaikan layanan pendukung di daerah, termasuk transportasi dan fasilitas logistik.
“Kita perbaiki layanan yang sifatnya di daerah, transportasinya, ekspornya, fasilitasnya. Itu yang menjadi fokus kita,” pungkasnya.





