Festival Jamu Nusantara Ajak Generasi Muda Jadikan Jamu Gaya Hidup

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Festival Jamu Nusantara digelar di Hutan Kota GBK, Jakarta. Mengusung tema "The Rise of Jamu Culture", acara ini mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masa kini. Beragam aktivitas mulai dari olahraga, kuliner, hiburan, hingga edukasi herbal dihadirkan untuk menarik minat generasi muda.

Melalui tema "The Rise of Jamu Culture", penyelenggara berupaya mengangkat kembali jamu sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Festival ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk memperkenalkan jamu kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.

Kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia menjadi modal besar dalam pengembangan industri jamu nasional. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Jony Yuwono. Ia memaparkan betapa besarnya potensi bahan baku herbal yang dimiliki Tanah Air.

"Menariknya, menurut laporan, dunia memiliki 40 ribu jenis tanaman-tanaman. Indonesia memiliki 75 persen dari angka tersebut, artinya 31 ribu ada di Indonesia. Ini dari segi bahan-bahan yang kita miliki, artinya potensinya sangat luar biasa yang bisa diolah menjadi mau itu obat, jamu, ataupun makanan, minuman, dan berbagai jenis-jenis aneka ragam bentuk-bentuk sediaannya," papar Jony Yuwono dikutip dari tayangan Newsline Metro TV, Senin 8 Juni 2026. 

Baca Juga :

Jamu Efektif Obati Hantavirus? Simak Penjelasan Dokter
Potensi besar ini semakin diperkuat setelah UNESCO menetapkan budaya sehat jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada Desember 2023 lalu. Pengakuan ini menegaskan bahwa jamu bukan sekadar produk herbal, melainkan bagian dari identitas dan pengetahuan tradisional bangsa Indonesia.

Inovasi Dekatkan Jamu ke Generasi Muda

Meski memiliki sejarah dan potensi yang kuat, upaya pelestarian jamu juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, utamanya dalam mengubah stigma di masyarakat.

"Tantangannya adalah mencoba untuk mengarahkan, mengedukasi masyarakat, bahwa jamu bukanlah sesuatu yang hanya stuck di dalam pokok olah saja. Ada berbagai format-format jamu yang bisa dijajaki, seperti dalam bentuk kapsul, dalam bentuk kafe, atau bahkan juga dalam bentuk lain dan segalanya," jelas Jony.

Menjawab tantangan tersebut, beragam inovasi juga terus dilakukan oleh para pelaku industri untuk mendekatkan jamu kepada generasi muda. Mulai dari penyajian dalam bentuk minuman kekinian, produk siap konsumsi, hingga konsep kafe jamu yang kian digemari.

Melalui pendekatan yang lebih modern dan kreatif, jamu diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Said Iqbal Mau Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Gempa Dahsyat M7,7 Guncang Mindanao Filipina, BMKG: 25 Wilayah Indonesia Terancam Tsunami!
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Lantik Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Breaking News! Shin Tae-yong Resmi Merapat ke Persija untuk Musim 2026/2027
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.