Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan biaya internet yang murah dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital di berbagai lapisan masyarakat dan menjadi penggerak baru dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.
"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat, maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," kata Nezar dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Nezar saat ini kondisi biaya internet di Indonesia masih tergolong mahal bahkan berada di atas dari standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU) dengan internet basket harusnya 2 persen dari total PDB (pendapatan domestik bruto) per kapita.
Baca juga: Wamenkomdigi sebut Internet Rakyat solusi pemerataan akses digital
Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka dari itu Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong peningkatan kualitas jaringan sekaligus menurunkan biaya akses internet agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih luas.
Selain memperluas akses internet, pemerintah juga terus mengatasi kesenjangan digital di berbagai wilayah melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik, Base Transceiver Station (BTS), serta pemanfaatan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) untuk menjangkau daerah yang sulit dilayani jaringan terestrial.
Baca juga: Menkomdigi: 10,8 juta rumah dapat layanan internet murah pada 2030
Meski pemerataan pembangunan infrastruktur digital terus diupayakan, Nezar mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan digital tidak hanya diukur dari tersedianya jaringan internet.
Justru menurutnya aspek terpenting adalah memastikan konektivitas mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ungkapnya.
Baca juga: Kemkomdigi siapkan teknologi dorong konektivitas internet murah
Kementerian Komdigi tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat pengembangan talenta digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan menciptakan nilai ekonomi baru.
Dengan kombinasi antara internet yang semakin terjangkau, konektivitas yang merata, dan talenta digital yang kompeten diharapkan semuanya dapat menjadi aspek pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: APJII soroti biaya lelang 1.4 GHz agar tak ganggu misi internet murah
"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat, maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," kata Nezar dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Nezar saat ini kondisi biaya internet di Indonesia masih tergolong mahal bahkan berada di atas dari standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU) dengan internet basket harusnya 2 persen dari total PDB (pendapatan domestik bruto) per kapita.
Baca juga: Wamenkomdigi sebut Internet Rakyat solusi pemerataan akses digital
Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka dari itu Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong peningkatan kualitas jaringan sekaligus menurunkan biaya akses internet agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih luas.
Selain memperluas akses internet, pemerintah juga terus mengatasi kesenjangan digital di berbagai wilayah melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik, Base Transceiver Station (BTS), serta pemanfaatan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) untuk menjangkau daerah yang sulit dilayani jaringan terestrial.
Baca juga: Menkomdigi: 10,8 juta rumah dapat layanan internet murah pada 2030
Meski pemerataan pembangunan infrastruktur digital terus diupayakan, Nezar mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan digital tidak hanya diukur dari tersedianya jaringan internet.
Justru menurutnya aspek terpenting adalah memastikan konektivitas mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ungkapnya.
Baca juga: Kemkomdigi siapkan teknologi dorong konektivitas internet murah
Kementerian Komdigi tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat pengembangan talenta digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan menciptakan nilai ekonomi baru.
Dengan kombinasi antara internet yang semakin terjangkau, konektivitas yang merata, dan talenta digital yang kompeten diharapkan semuanya dapat menjadi aspek pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: APJII soroti biaya lelang 1.4 GHz agar tak ganggu misi internet murah





