BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan lembaganya akan melibatkan pakar gizi dan dokter anak dalam Dewan Pengarah BGN guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik menjelaskan Dewan Pengarah telah menjadi bagian dari struktur organisasi BGN sejak lembaga tersebut dibentuk.

Ia mengatakan Dewan Pengarah memiliki tugas memberikan arahan kepada pimpinan BGN, memberikan bimbingan dalam pelaksanaan program-program BGN, serta menjadi mekanisme pendampingan bagi jajaran pimpinan lembaga.

Menurut Nanik, Dewan Pengarah BGN direncanakan beranggotakan tujuh orang.

Ia mengungkapkan sekitar lima anggota akan berasal dari kalangan pakar gizi, sedangkan anggota lainnya berasal dari kalangan dokter anak.

Nanik menegaskan para anggota Dewan Pengarah nantinya akan berperan membimbing pimpinan BGN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab lembaga.

Pakar Gizi dan Dokter Anak Perkuat Aspek Kesehatan MBG

Kehadiran pakar gizi dan dokter anak dinilai penting untuk memperkuat aspek pemenuhan gizi dalam Program MBG.

Para ahli tersebut juga diharapkan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan kesehatan anak.

Selain itu, mereka akan memberikan masukan ilmiah dalam penyusunan berbagai kebijakan yang dijalankan BGN.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN untuk menjaga kualitas program serta memastikan aspek kesehatan dan pemenuhan gizi menjadi fokus utama pelaksanaan MBG.

BGN Tegaskan Yayasan Pengelola Dapur MBG Tidak Harus Berafiliasi dengan Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga menjelaskan mengenai pengelolaan dapur MBG.

Ia menegaskan tidak ada ketentuan yang mewajibkan yayasan pengelola dapur MBG harus berafiliasi dengan sekolah.

Menurutnya, tidak terdapat aturan dalam petunjuk teknis atau juknis yang mensyaratkan hubungan khusus antara yayasan pengelola dan sekolah.

Nanik menjelaskan bahwa pada awal pembentukan BGN, Prabowo Subianto mengutamakan keterlibatan yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Namun, ia menegaskan prioritas tersebut bukan merupakan persyaratan wajib dalam pelaksanaan program.

Dengan demikian, yayasan yang ingin mengelola dapur MBG tetap dapat berpartisipasi sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku meski tidak memiliki afiliasi dengan sekolah.

Kebijakan tersebut menunjukkan upaya BGN untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam Program MBG sekaligus memperkuat kualitas program melalui pendampingan para ahli gizi dan dokter anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dongfeng Liuzhou Motor Gelar "67 Brand Customer Day" Edisi Ke-10, Tempuh Jalur Baru dalam Ekspansi Global
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Nasional Turun Jadi 12,5 Persen PDB pada 2029
• 20 jam lalupantau.com
thumb
BMKG: Hujan Ringan Guyur Beberapa Kota di Indonesia Hari Ini
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Update Gempa Filipina M7,8: Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang, Ratusan Luka-Luka
• 18 jam laludisway.id
thumb
Patroli Gabungan Amankan Motor Diduga Buat Balap Liar di Pinang Ranti, Jaktim
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.