jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Parsadaaan Toga Sihite Sedunia (PTSBS) Arnod Sihite meminta pemerintah mengevaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dia menilai kedua program itu menggunakan anggaran sangat besar di tengah tantangan ekonomi nasional dan global saat ini.
BACA JUGA: Ketua KDMP Ongkaw Dua Sampaikan Aspirasi soal Penguatan Pengawasan Koperasi
Menurut Arnod, berbagai masukan dari publik perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih setelah Kepala dan Wakil Kepala BGN ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kondisi tersebut semakin memperkuat dorongan masyarakat agar program tersebut dievaluasi dan anggarannya dialihkan ke sektor yang lebih produktif serta berdampak langsung kepada rakyat.
BACA JUGA: Kejagung Tahan Dadan Hindayana Cs, KPK Buka-bukaan Terkait Kasus Korupsi Program MBG
“Bapak Presiden yang kami hormati dan kami banggakan, banyak masukan dari publik agar MBG dievaluasi total,” ujar Arnod Sihite dalam keterangannya, pada Senin (8/6).
“Anggaran yang sangat besar sebaiknya direlokasi kepada program yang lebih produktif seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” lanjutnya.
BACA JUGA: Gubernur Luthfi: Evaluasi MBG di Jateng Perlu Libatkan Pemerintah Daerah
Arnod meyakini, langkah tersebut akan memperkuat simpati masyarakat kepada pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebijakan yang fokus pada kesejahteraan rakyat dan penciptaan lapangan kerja akan memberikan sinyal positif bagi investor untuk tetap menanamkan modal di Indonesia.
“Kami yakin apabila itu dilakukan, ekonomi nasional akan segera tumbuh dan investor tetap memilih Indonesia sebagai tujuan investasi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan itu harus menjadi kekuatan utama bangsa,” kata dia.
Dia juga menekankan bahwa pajak tidak boleh menjadi satu-satunya harapan pendapatan negara.
Pemerintah, kata dia, perlu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam nasional melalui putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kemampuan dan integritas.
“Banyak ahli yang mampu melakukan itu sehingga Indonesia bisa keluar dari situasi berat saat ini,” tutur Arnod.
Arnod turut menyoroti dampak situasi global terhadap perekonomian nasional, khususnya tingginya ketergantungan impor.
Dia pun meminta pemerintah membuka pasar baru yang lebih stabil dan tidak terdampak konflik internasional.
“Situasi global masih sangat mempengaruhi ekonomi kita, terutama impor. Karena itu, pemerintah harus mencari pangsa pasar baru yang tidak berada dalam situasi perang atau konflik,” tegasnya. (dit/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Karawang Gempar, Ada Pesta Gay di Tempat Hiburan Malam
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




