Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan segera berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk menyikapi rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita.
"Nanti, aku baru pulang dari Tanah Suci (melaksanakan ibadah haji). Nanti akan koordinasi dengan Pak Mendag, aku lapor Pak Menko," kata Mentan Amran ditemui usai Rapat Koordinasi Pembahasan Pengembangan dan Upaya Stabilisasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan pers tentang rencana penyesuaian HET Minyakita yang sebelumnya telah disampaikan Kementerian Perdagangan.
Amran mengaku terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso terkait kebijakan tersebut.
Selain berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, Amran juga menyebut hasil pembahasan mengenai perkembangan harga dan kebijakan Minyakita akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Baca juga: SPKS minta pemerintah tak naikkan harga jual Minyakita
Saat ditanya mengenai kondisi harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang disebut masih berfluktuasi, Amran menegaskan perlu melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan penilaian resmi pemerintah.
"Aku baru masuk kantor. Tunggu, rakor dulu," ujar Amran.
Meski demikian, Amran menilai harga CPO saat ini seharusnya berada dalam kondisi yang baik, namun pemerintah tetap akan melakukan pembahasan lintas kementerian sebelum mengambil keputusan mengenai HET Minyakita.
"Harusnya sekarang ini harga CPO kita baik-baik saja. Nanti aku koordinasi (kepada) Menteri Perdagangan, kemudian lapor Pak Menko," kata Mentan singkat.
Amran belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai rencana kenaikan HET Minyakita karena baru masuk kantor setelah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Baca juga: Pemerintah sepakat menaikkan harga eceran tertinggi Minyakita
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat atau Minyakita dalam dua minggu ke depan.
"Hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi usai rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (4/6).
Terkait HET terbaru Minyakita, Budi menyebut belum ada kesepakatan yang dicapai.
Menurutnya, penetapan harga terbaru Minyakita masih akan dibahas lebih lanjut antar kementerian dan lembaga.
Budi menyampaikan keputusan pemerintah untuk menaikkan HET Minyakita berdasarkan perkembangan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang sempat mengalami kenaikan.
Baca juga: Mendag pastikan penyesuaian HET Minyakita tak terkait implementasi B50
Tak hanya itu, Kemendag juga masih mengamati harga tandan buah segar (TBS) yang sempat mengalami penurunan.
Menurutnya, HET baru bisa ditetapkan setelah harga CPO dan TBS cukup stabil.
Budi menargetkan HET Minyakita yang baru dapat ditetapkan dalam waktu 1-2 minggu ke depan.
Saat ini HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Penyesuaian HET murni didorong oleh faktor kenaikan harga bahan baku CPO dan biaya produksi yang mempengaruhi perhitungan keekonomian produk minyak goreng rakyat tersebut.
"Nanti, aku baru pulang dari Tanah Suci (melaksanakan ibadah haji). Nanti akan koordinasi dengan Pak Mendag, aku lapor Pak Menko," kata Mentan Amran ditemui usai Rapat Koordinasi Pembahasan Pengembangan dan Upaya Stabilisasi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan pers tentang rencana penyesuaian HET Minyakita yang sebelumnya telah disampaikan Kementerian Perdagangan.
Amran mengaku terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso terkait kebijakan tersebut.
Selain berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, Amran juga menyebut hasil pembahasan mengenai perkembangan harga dan kebijakan Minyakita akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Baca juga: SPKS minta pemerintah tak naikkan harga jual Minyakita
Saat ditanya mengenai kondisi harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang disebut masih berfluktuasi, Amran menegaskan perlu melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan penilaian resmi pemerintah.
"Aku baru masuk kantor. Tunggu, rakor dulu," ujar Amran.
Meski demikian, Amran menilai harga CPO saat ini seharusnya berada dalam kondisi yang baik, namun pemerintah tetap akan melakukan pembahasan lintas kementerian sebelum mengambil keputusan mengenai HET Minyakita.
"Harusnya sekarang ini harga CPO kita baik-baik saja. Nanti aku koordinasi (kepada) Menteri Perdagangan, kemudian lapor Pak Menko," kata Mentan singkat.
Amran belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai rencana kenaikan HET Minyakita karena baru masuk kantor setelah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Baca juga: Pemerintah sepakat menaikkan harga eceran tertinggi Minyakita
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat atau Minyakita dalam dua minggu ke depan.
"Hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi usai rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (4/6).
Terkait HET terbaru Minyakita, Budi menyebut belum ada kesepakatan yang dicapai.
Menurutnya, penetapan harga terbaru Minyakita masih akan dibahas lebih lanjut antar kementerian dan lembaga.
Budi menyampaikan keputusan pemerintah untuk menaikkan HET Minyakita berdasarkan perkembangan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang sempat mengalami kenaikan.
Baca juga: Mendag pastikan penyesuaian HET Minyakita tak terkait implementasi B50
Tak hanya itu, Kemendag juga masih mengamati harga tandan buah segar (TBS) yang sempat mengalami penurunan.
Menurutnya, HET baru bisa ditetapkan setelah harga CPO dan TBS cukup stabil.
Budi menargetkan HET Minyakita yang baru dapat ditetapkan dalam waktu 1-2 minggu ke depan.
Saat ini HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Penyesuaian HET murni didorong oleh faktor kenaikan harga bahan baku CPO dan biaya produksi yang mempengaruhi perhitungan keekonomian produk minyak goreng rakyat tersebut.





