Jakarta (ANTARA) - Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan persaingan negara-negara sebagai sebuah tim di lapangan, namun juga performa individual dari setiap pemain.
Grup K Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menampilkan persaingan antara Portugal, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), Uzbeskistan, dan Kolombia.
Cristiano Ronaldo (Portugal)
Dari empat negara itu, kita semua setuju bahwa pemain yang paling menarik perhatian adalah Cristiano Ronaldo, bintang Portugal yang akan bermain di Piala Dunia keenamnya dalam usia 41 tahun, yang kemungkinan bisa saja menjadi turnamen besar terakhirnya mengingat usianya yang sudah menginjak kepala empat.
Sejak debut di tim nasional pada Agustus 2003, Ronaldo sudah mencatatkan 227 penampilan yang diakhiri dengan 143 gol dan 46 assist untuk Os Navegadores (Para Navigator).
Ronaldo datang di Piala Dunia 2026 dengan modal positif setelah ia pecah telur dengan meraih trofi pertamanya di sepak bola Arab Saudi.
Dengan torehan 28 golnya, ia membawa Al-Nassr juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026 setelah memuncaki klasemen akhir dengan 86 poin, unggul dua poin atas Al-Hilal sebagai runner-up.
Meski tak lagi mengandalkan kecepatan seperti pada masa mudanya, Ronaldo tetap menjadi predator kotak penalti yang mematikan di Piala Dunia 2026 nanti.
Kemampuannya mencari ruang, duel udara, penyelesaian akhir, hingga kepemimpinannya di ruang ganti tetap berguna untuk Portugal yang mengincar gelar pertamanya di hajatan terbesar sepak bola empat tahunan ini.
Baca juga: Profil Grup G Piala Dunia 2026, Belgia patut waspada
Vitinha (Portugal)
Masih dari Portugal, Vitinha adalah pemain penting lainnya selain Ronaldo. Jika Ronaldo akan memimpin negaranya dari area serang, maka Vitinha akan mengendalikan permainan Portugal dari aksi-aksinya di lini tengah
Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) itu menjalani musim terbaik dalam karirnya dengan menjadi figur sentral di lini tengah tim asal Paris dan membawa klubnya mendominasi kompetisi domestik Prancis.
Di musim 2025/2026, ia mencatatkan 50 penampilan, 17 di antaranya di Liga Champions saat ia tampil tanpa tergantikan dengan torehan enam gol dan satu assist untuk membawa Les Parisiens merengkuh trofi kedua Liga Champions berturut-turut.
Di Liga Prancis, Vitinha tampil 29 kali dengan satu gol dan tujuh assist saat membawa timnya kembali juara untuk kelima kalinya secara beruntun atau 14 trofi secara total.
Keunggulan Vitinha adalah dalam mengontrol tempo pertandingan. Ia mampu menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, menjaga sirkulasi bola, dengan visi bermainnya yang menonjol dalam kemampuan menggiring dan mengoper bola.
Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia kedua untuk gelandang berusia 26 tahun itu setelah debutnya pada edisi 2022 di Qatar.
Bruno Fernandes (Portugal)
Tak banyak pemain yang menjalani musim seimpresif Bruno Fernandes. Kapten Manchester United itu menutup musim 2025/26 dengan 21 assist di Liga Inggris yang membuatnya meraih rekor assist terbanyak dalam satu musim di kompetisi teratas Inggris.
Selain rekor assist-nya, kontribusi Bruno musim ini adalah mencetak sembilan gol, yang membawa Setan Merah finis posisi ketiga klasemen akhir liga, posisi terbaik mereka dalam tiga musim terakhir.
Kontribusi yang dicatatkan gelandang serang 31 tahun ini membawanya meraih gelar pemain terbaik Liga Inggris musim 2025/26.
Dengan apa yang Bruno lakukan musim ini, ia bersama Vitinha, juga Joao Neves, akan menjelma sebagai trio lini tengah paling mematikan di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Profil Grup L, persaingan ketat Inggris dengan Kroasia
Abdukodir Khusanov (Uzbekistan)
Abdukodir Khusanov menjadi simbol kebangkitan sepak bola Uzbekistan. Bek berusia 22 tahun itu merupakan wajah generasi emas yang membawa negaranya lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Saat membawa negaranya ke Piala Dunia 2026, bek Manchester City itu hanya absen dalam dua pertandingan sejak babak kualifikasi putaran kedua.
Ia pun membawa Serigala Putih, julukan Uzbekistan, lolos ke putaran final setelah finis sebagai runner-up Grup A babak kualifikasi putaran ketiga dengan 21 poin, dua poin di bawah Iran yang menjadi juara grup.
Musim 2025/26 juga menjadi musim penting dalam perkembangan karirnya bersama Manchester City. Ia membantu City meraih Piala FA dan Piala Liga, sekaligus semakin dipercaya tampil di pertandingan-pertandingan besar.
Secara total, Khusanov telah memainkan 37 pertandingan bersama City di semua kompetisi, termasuk di Liga Inggris dan Liga Champions.
Luis Diaz (Kolombia)
Luis Diaz memasuki Piala Dunia 2026 sebagai harapan terbesar Kolombia. Setelah pindah ke Bayern Muenchen pada musim lalu dari Liverpool yang ia antar menjadi juara Liga Inggris, karirnya justru semakin melesat lebih tinggi.
Ia membantu Bayern menjuarai Bundesliga dan juara Piala Liga Jerman dengan 26 gol dan 23 assist dari 51 penampilannya di semua kompetisi, yang menjadi kontribusi terbaiknya di karir profesionalnya.
Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan, Diaz mencetak lima gol dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan Kolombia kembali ke putaran final setelah absen pada edisi 2022.
Meski bergelimang prestasi, Diaz baru akan memainkan Piala Dunia pertamanya sejak mendapatkan debut untuk tim nasional pada September 2018.
Kini, sayap lincah berusia 29 tahun itu memiliki 77 caps untuk Los Cafeteros (Para Petani Kopi) dengan catatan 22 gol dan tujuh assist.
Baca juga: Profil timnas Kroasia, kekuatan Balkan yang tak pernah bisa diremehkan
Baca juga: Profil Grup K, ambisi besar Portugal hingga aksi debutan Uzbekistan
Grup K Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menampilkan persaingan antara Portugal, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), Uzbeskistan, dan Kolombia.
Cristiano Ronaldo (Portugal)
Dari empat negara itu, kita semua setuju bahwa pemain yang paling menarik perhatian adalah Cristiano Ronaldo, bintang Portugal yang akan bermain di Piala Dunia keenamnya dalam usia 41 tahun, yang kemungkinan bisa saja menjadi turnamen besar terakhirnya mengingat usianya yang sudah menginjak kepala empat.
Sejak debut di tim nasional pada Agustus 2003, Ronaldo sudah mencatatkan 227 penampilan yang diakhiri dengan 143 gol dan 46 assist untuk Os Navegadores (Para Navigator).
Ronaldo datang di Piala Dunia 2026 dengan modal positif setelah ia pecah telur dengan meraih trofi pertamanya di sepak bola Arab Saudi.
Dengan torehan 28 golnya, ia membawa Al-Nassr juara Liga Arab Saudi musim 2025/2026 setelah memuncaki klasemen akhir dengan 86 poin, unggul dua poin atas Al-Hilal sebagai runner-up.
Meski tak lagi mengandalkan kecepatan seperti pada masa mudanya, Ronaldo tetap menjadi predator kotak penalti yang mematikan di Piala Dunia 2026 nanti.
Kemampuannya mencari ruang, duel udara, penyelesaian akhir, hingga kepemimpinannya di ruang ganti tetap berguna untuk Portugal yang mengincar gelar pertamanya di hajatan terbesar sepak bola empat tahunan ini.
Baca juga: Profil Grup G Piala Dunia 2026, Belgia patut waspada
Vitinha (Portugal)
Masih dari Portugal, Vitinha adalah pemain penting lainnya selain Ronaldo. Jika Ronaldo akan memimpin negaranya dari area serang, maka Vitinha akan mengendalikan permainan Portugal dari aksi-aksinya di lini tengah
Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) itu menjalani musim terbaik dalam karirnya dengan menjadi figur sentral di lini tengah tim asal Paris dan membawa klubnya mendominasi kompetisi domestik Prancis.
Di musim 2025/2026, ia mencatatkan 50 penampilan, 17 di antaranya di Liga Champions saat ia tampil tanpa tergantikan dengan torehan enam gol dan satu assist untuk membawa Les Parisiens merengkuh trofi kedua Liga Champions berturut-turut.
Di Liga Prancis, Vitinha tampil 29 kali dengan satu gol dan tujuh assist saat membawa timnya kembali juara untuk kelima kalinya secara beruntun atau 14 trofi secara total.
Keunggulan Vitinha adalah dalam mengontrol tempo pertandingan. Ia mampu menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, menjaga sirkulasi bola, dengan visi bermainnya yang menonjol dalam kemampuan menggiring dan mengoper bola.
Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia kedua untuk gelandang berusia 26 tahun itu setelah debutnya pada edisi 2022 di Qatar.
Bruno Fernandes (Portugal)
Tak banyak pemain yang menjalani musim seimpresif Bruno Fernandes. Kapten Manchester United itu menutup musim 2025/26 dengan 21 assist di Liga Inggris yang membuatnya meraih rekor assist terbanyak dalam satu musim di kompetisi teratas Inggris.
Selain rekor assist-nya, kontribusi Bruno musim ini adalah mencetak sembilan gol, yang membawa Setan Merah finis posisi ketiga klasemen akhir liga, posisi terbaik mereka dalam tiga musim terakhir.
Kontribusi yang dicatatkan gelandang serang 31 tahun ini membawanya meraih gelar pemain terbaik Liga Inggris musim 2025/26.
Dengan apa yang Bruno lakukan musim ini, ia bersama Vitinha, juga Joao Neves, akan menjelma sebagai trio lini tengah paling mematikan di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Profil Grup L, persaingan ketat Inggris dengan Kroasia
Abdukodir Khusanov (Uzbekistan)
Abdukodir Khusanov menjadi simbol kebangkitan sepak bola Uzbekistan. Bek berusia 22 tahun itu merupakan wajah generasi emas yang membawa negaranya lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Saat membawa negaranya ke Piala Dunia 2026, bek Manchester City itu hanya absen dalam dua pertandingan sejak babak kualifikasi putaran kedua.
Ia pun membawa Serigala Putih, julukan Uzbekistan, lolos ke putaran final setelah finis sebagai runner-up Grup A babak kualifikasi putaran ketiga dengan 21 poin, dua poin di bawah Iran yang menjadi juara grup.
Musim 2025/26 juga menjadi musim penting dalam perkembangan karirnya bersama Manchester City. Ia membantu City meraih Piala FA dan Piala Liga, sekaligus semakin dipercaya tampil di pertandingan-pertandingan besar.
Secara total, Khusanov telah memainkan 37 pertandingan bersama City di semua kompetisi, termasuk di Liga Inggris dan Liga Champions.
Luis Diaz (Kolombia)
Luis Diaz memasuki Piala Dunia 2026 sebagai harapan terbesar Kolombia. Setelah pindah ke Bayern Muenchen pada musim lalu dari Liverpool yang ia antar menjadi juara Liga Inggris, karirnya justru semakin melesat lebih tinggi.
Ia membantu Bayern menjuarai Bundesliga dan juara Piala Liga Jerman dengan 26 gol dan 23 assist dari 51 penampilannya di semua kompetisi, yang menjadi kontribusi terbaiknya di karir profesionalnya.
Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan, Diaz mencetak lima gol dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam keberhasilan Kolombia kembali ke putaran final setelah absen pada edisi 2022.
Meski bergelimang prestasi, Diaz baru akan memainkan Piala Dunia pertamanya sejak mendapatkan debut untuk tim nasional pada September 2018.
Kini, sayap lincah berusia 29 tahun itu memiliki 77 caps untuk Los Cafeteros (Para Petani Kopi) dengan catatan 22 gol dan tujuh assist.
Baca juga: Profil timnas Kroasia, kekuatan Balkan yang tak pernah bisa diremehkan
Baca juga: Profil Grup K, ambisi besar Portugal hingga aksi debutan Uzbekistan





