JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik, menjawab keraguan publik terkait komposisi pimpinan baru BGN yang dinilai tidak berasal dari kalangan ahli gizi.
Menurutnya, pengawasan substansi program tetap akan dilakukan oleh Dewan Pengarah yang akan diisi tujuh orang, dengan mayoritas berasal dari profesor ahli gizi serta dokter anak.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga meluruskan informasi terkait pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan yayasan pengelola dapur harus berafiliasi dengan sekolah.
Namun, sejak awal pemerintah memang memprioritaskan yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan untuk terlibat dalam program tersebut.
Terkait pelaksanaan MBG di wilayah 3T, Nanik menyebut pemerintah akan mengedepankan efisiensi dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah maupun dapur umum milik perusahaan melalui program CSR.
Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding membangun dapur baru di wilayah yang jumlah penerima manfaatnya relatif sedikit.
Selain itu, ia memastikan pencairan dana operasional SPPG yang sempat menjadi sorotan telah berjalan dan hanya terkendala persoalan teknis.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- NANIK
- MBG
- BGN





