Wamenhaj Ungkap Penipuan Rp1,4 Miliar Modus Badal Haji oleh KBIHU

metrotvnews.com
4 hari lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan praktik penipuan badal haji oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Praktik kotor itu diduga melibatkan KBIHU asal Jawa Barat, yang dibongkar oleh Tim Pelindungan Jemaah PPIH bersama KJRI.

"Badal haji itu jelas penipuan," kata Dahnil, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 9 Juni 2026.
 

Baca Juga :

22,77 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

Menurut Dahnil, nilai transaksi dari praktik penipuan yang berhasil diungkap tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Kasus ini melibatkan modus badal haji untuk 140 orang dengan tarif sekitar Rp10 juta per orang.

"Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp10 juta per orang. Pasti ini penipuan," ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, dugaan praktik lancung tersebut dilakukan oleh oknum KBIHU yang bekerja sama dengan mukimin (warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi). Pihaknya bergerak cepat melakukan pemeriksaan maraton terhadap pihak-pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut.

“Sudah banyak jemaah kita yang menjadi korban. Oknumnya adalah KBIHU yang bekerja sama dengan mukimin. Tadi malam sudah kita interogasi,” ungkapnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Dok MCH 2026.


Selain badal haji, Dahnil juga mengungkapkan adanya dugaan penyelewengan pembayaran DAM. Dia mengatakan, DAM merupakan kewajiban yang semestinya disetorkan melalui saluran resmi seperti Adahi. Namun dalam kasus ini, jemaah ditarik biaya sebesar 720 riyal, tetapi dananya digelapkan.

"Mereka membeli melalui mukimin dengan harga sekitar 400-an riyal, lalu sisanya diambil untuk mereka,” ujarnya.

Adapun kasus ini mulai terendus setelah adanya laporan dari sejumlah jemaah. Beberapa jemaah curiga sebab tidak kunjung menerima tanda terima resmi dari Adahi.

“Cukup banyak yang dirugikan, dan ini berangkat dari pengaduan jemaah yang tidak menerima receipt atau tanda terima dari Adahi,” kata Dahnil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak 6 Tahun Jadi Korban Kekerasan di Taman Jakarta Pusat, Legislator DKI Desak Polisi Usut Tuntas
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Pertamax Naik, Seskab Teddy: BBM Non-subsidi Harus Ikuti Harga Minyak Dunia
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Percepat Infrastruktur Jalan Strategis, Pemprov Sulsel Genjot Mobilitas dan Ekonomi Lewat Program MYP
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Kanada Bersiap Jamu Bosnia-Herzegovina di Laga Awal Grup B Piala Dunia 2026 | KOMPAS MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Irma Chaniago Bantah Terlibat Kasus MBG dan Dekat dengan Sony Sonjaya
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.