HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mempercepat pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota melalui program Multi Years Project (MYP). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, yang berdampak positif bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Pekerjaan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut mencakup berbagai kegiatan seperti pengaspalan, pembangunan bahu jalan beton, perbaikan drainase, hingga preservasi jalan. Progres terbaru menunjukkan pengerjaan berlangsung di ruas-ruas jalan strategis mulai dari kawasan perkotaan hingga koridor penghubung antarkabupaten seperti Gowa, Takalar, Jeneponto, Bone, dan lainnya.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menegaskan bahwa percepatan proyek ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya rusak, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Perbaikan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Rosyadi saat ditemui di Makassar, Senin, 8 Juni 2026.
Pekerjaan MYP terbagi dalam beberapa paket. Pada Paket 2, misalnya, terdapat pembangunan lapis pondasi agregat kelas A di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto, pembangunan bahu jalan beton di ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar, serta pengaspalan lapis aus dan pembangunan bahu jalan beton di ruas Panciro–Batas Kota Makassar. Pekerjaan juga berlangsung di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba dan Palleko–Towata, serta galian perkerasan dengan mesin cold milling di ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang.
Pada Paket 3, fokus pengerjaan adalah pembangunan bahu jalan beton mutu FC’15 MPa di ruas Pangkajene Rappang–Sidrap dan overlay AC-BC di Batas Kabupaten Enrekang – Anabanua – Dongi – Tantutedong. Paket 4 meliputi preservasi jalan di ruas Impa-Impa–Anabanua dan Doping–Atapange serta pembangunan drainase di ruas Anabanua–Malake–Batas Kabupaten Sidrap untuk mendukung ketahanan konstruksi dan kelancaran aliran air.
Sementara itu, Paket 5 difokuskan pada pembangunan drainase di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penghamparan lapis antara aspal beton, pembangunan dinding penahan tanah, serta pekerjaan lapis pondasi agregat dan penanganan infrastruktur lain di koridor Ujung Lamuru–Palattae.
Lebih lanjut, Rosyadi menjelaskan bahwa keberlanjutan penanganan ruas-ruas jalan strategis tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat, mempercepat waktu tempuh perjalanan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.
“Kami menargetkan seluruh pekerjaan dalam program MYP dapat berjalan sesuai jadwal sehingga memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas perekonomian di berbagai daerah di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*/)





