Lepas Kepulangan Jemaah, Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus DAM dan Badal Haji

disway.id
4 hari lalu
Cover Berita

JEDDAH, DISWAY.ID -- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Menhaj)  Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas kepulangan jemaah haji Kloter KNO 7 di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin, 8 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj menyampaikan doa dan pesan agar jemaah kembali ke Tanah Air dengan membawa oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci, yaitu haji yang mabrur.

“Saya berharap jemaah haji membawa oleh-oleh yang kekal, yaitu haji yang mabrur. Semoga peradaban kita semakin membaik dan semoga perjalanan jemaah lancar. Kami juga sudah mendapat konfirmasi dari pihak maskapai, semoga tidak ada kendala teknis lagi,” ujar Wamenhaj dalam siaran pers, Selasa, 9 Juni 2026. 

BACA JUGA:Sektor 4 Madinah Terima 8 Kloter per Hari Kedua Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II

Wamenhaj menyampaikan, sebelumnya sempat terjadi kendala teknis yang menyebabkan jemaah harus menunggu beberapa jam.

Namun, ia memastikan persoalan tersebut telah ditangani, termasuk terkait koper jemaah yang telah sampai kepada pemiliknya.

“Selama jemaah patuh kepada arahan petugas, prosesnya berjalan sangat tertib, mulai dari Arafah hingga fase pemulangan ini. Namun, semua tetap harus dikondisikan dengan baik," tegasnya. 

"Saat ini, jemaah gelombang kedua sudah mulai bergerak ke Madinah, sehingga stamina mereka harus benar-benar dijaga. Yang kita khawatirkan adalah kondisi kesehatan yang menurun sehingga mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi. Itu yang harus kita jaga,” lanjut dia. 

BACA JUGA:Kadaker Madinah Pimpin Penyambutan Jemaah Gelombang Kedua, Sigap Atasi Hambatan

Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj juga menyampaikan informasi penting terkait penertiban Kelompok Bimbingan Ibadah Haji atau KBIHU.

Salah satunya terkait dugaan praktik penipuan DAM dan badal haji oleh salah satu KBIHU asal Jawa Barat yang diungkap oleh Tim Pelindungan Jemaah PPIH bersama KJRI.

Menurut Wamenhaj, transaksi yang berhasil diungkap mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

Dugaan penipuan tersebut melibatkan badal haji untuk 140 orang, dengan tarif sekitar Rp10 juta per orang.

BACA JUGA:Evaluasi Haji 2026, Amirul Hajj Soroti Layanan Haji di Mina hingga Kualitas Hotel di Makkah

“Badal haji itu jelas penipuan. Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp10 juta per orang. Pasti ini penipuan,” tegas Dahnil.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Raih Poin Perdana Bersejarah usai Main Imbang
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Menyelamatkan Al-Aqsha dari Yahudisasi
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terpopuler: BYD M6 DM Mulai Rp290 Jutaan, Waspada Modus di SPBU, dan Cerita Maung Pindad
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
PSM Makassar Didenda Rp 380 Juta Akibat Ulah Suporter: Penutupan Tribune Terbuka Selatan Satu Musim
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Pacu K/L Eksekusi Pemulihan Permanen
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.