2 Warga Gunungkidul Terluka Diserang Beruk Sumatera yang Lepas dari Penangkaran

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Dua warga Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul bernama Rubijan (50 tahun) dan anak berinisial F (6 tahun) terluka usai diserang beruk Sumatera yang lepas dari penangkaran Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder, Playen pada Senin (8/6) sore. Penangkaran tersebut dikelola oleh BKSDA Yogyakarta.

Nanik Winarsih (37 tahun) ibu F mengatakan dia dan anaknya melihat beruk Sumatera itu saat keluar rumah untuk mencari pakan kambing.

F tampaknya tertarik dengan beruk Sumatera itu dan sempat menyebutnya sebagai monyet ganteng. Dia kemudian mengajak beruk bermain dengan merangkulnya.

"Diajak guling-guling," kata Nanik ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (9/6).

Beruk Sumatera baru bisa lepas setelah warga lainnya, Rubijan, datang menolong. Namun Rubijan tak luput dari serangan.

Nanik mengatakan F mengalami luka di paha kanannya sampai harus mendapat tiga jahitan di klinik.

"Enggak tahu lukanya apakah dicakar atau digigit," kata Nanik.

Sementara itu, Rubijan terluka di tangan kiri dan paha kiri bawah. Luka di lengan sempat mendapat jahitan.

"Tebakan (kemungkinan) yang tangan digigit, kaki (mungkin) dicakar karena goresan memanjang," ujarnya.

Ketua RT 08/RW 09 Gading VIII, Mugiyono, mengatakan sebelumnya dia dan Rubijan pernah mengusir beruk Sumatera karena mengejar ibu-ibu yang mencari rumput di ladang.

Beruk Sumatera sempat mengacak-acak bagian depan rumah Mugiyono. Pisang juga sempat disiapkan agar beruk tak menyerang.

Beruk juga sempat dikejar warga bersama Damkarmat BPBD Gunungkidul dan Rescue Gading, semalam. Akan tetapi tidak membuahkan hasil.

"Infonya hari ini ketangkap," ujar Mugiyono.

Beruk Ditangkap

Koordinator UPS Bunder, Apri Apriyanto, menuturkan beruk Sumatera ini lepas pada Minggu (7/6) karena kandang jebol.

Ketika itu petugas langsung berusaha menangkap tetapi gagal. Beruk tertangkap hari ini sekitar pukul 11.00 WIB.

"Hari ini diamankan jam 11 siang dengan cara dibius oleh tim," kata Apri kepada wartawan.

Beruk ini hasil penyerahan dari warga Kabupaten Bantul beberapa bulan lalu. Beruk jantan ini tergolong agresif.

Beruk Sumatera sendiri tidak termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi.

"Memang agresif sejak kami terima," ujarnya.

Untuk tindak lanjut ke depan pada beruk ini, Apri menunggu arahan dari pimpinan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Pemerintah Sepakat Anggota Polri Aktif Bisa Duduki Jabatan Sipil Tanpa Mundur
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Akademik, Elite, dan Industri: Sejarah Fungsi Perguruan Tinggi dari Masa ke Masa
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Heboh Foto Berhijab Hasil Editan Sandi Tumiwa, Tessa Kaunang Sebut Mantan Suami Pansos: Saya Tahu Sifat Aslinya!
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Giselle aespa cerita berat badan hingga gejala ADHD
• 24 menit laluantaranews.com
thumb
KPK Bongkar Modus Korupsi Bupati Muara Enim: Terima Setoran dari Rekanan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.