Piala Dunia 2026 Sudah di Depan Mata, Berikut 3 Masalah yang Jadi Sorotan Publik, Mulai dari Ular Berbisa sampai Larangan Masuk

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gelaran Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Namun, berbagai permasalahan masih terus bermunculan.

Seperti yang diketahui, Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni 2026. Acara besar itu pun akan ditutup pada 19 Juli 2026 nanti.

Namun, meskipun ajang bergengsi itu sudah akan dimulai, terdapat beberapa masalah besar. Tentunya hal ini menjadi sorotan publik.

Kira-kira apa saja masalah yang muncul di Piala Dunia 2026 kali ini ya? Nah, Grid.ID sudah merangkumkan 3 masalah yang muncul di Piala Dunia 2026. Yuk, simak!

1. Ular Berbisa di Area Latihan

Masalah yang cukup serius dihadapi oleh Timnas Swiss. Bagaimana tidak? Lokasi latihan Timnas Swiss yang berada di San Diego berdekatan dengan keberadaan ular berbisa.

Hal ini diketahui dari adanya peringatan yang terdapat di sekitar area latihan Timnas. Hal ini tentu menjadi sorotan publik.

Bahkan, dikutip dari Super Skor pada Selasa (9/6/2026), dilaporkan adanya empat spesies ular derik yang berbisa yang berada di wilayah tersebut. Hal ini dilaporkan oleh Museum Sejarah Alam San Diego.

Tak hanya itu, diketahui lokasi tersebut juga memiliki cuaca yang panas dan lembab. Tentu hal ini menjadi masalah baru bagi tim tersebut.

Tak hanya tim dari Swiss, namun tim dari Norwegia juga mendapatkan peringatan yang sama. Diketahui tim ini mendapat lokasi latihan di Grandover Resort & Spa, Greensboro, North Carolina.

Kristian Thorstvedt, gelandang tim Norwegia pun mengaku bahwa dirinya tidak nyaman berada di lokasi tersebut. Ia khawatir dengan keberadaan ular berbisa di lokasi tempatnya berlatihan.

 

2. Penjualan Tiket Tidak Transparan

Salah satu masalah yang muncul adalah penjualan tiket Piala Dunia 2026. Ya, banyak isu mencuat bahwa tiket gelaran bergengsi itu tidak dijual dengan transparan.

Penjualan tiket disebut-sebut mencapai ribuan dollar AS. Dikutip Grid.ID dari KOMPAS.com pada Selasa (9/6/2026), tiket premium partai final dijual hingga 11.000 dolar AS atau setara dengan Rp 198,66 juta.

Masalahnya, FIFA disebut-sebut menerapkan harga berbeda. Ya, beberapa pembeli bisa membayar dengan harga yang berbeda saat membeli tiket.

Bahkan, beberapa orang pembeli melaporkan bahwa mereka mendapatkan lokasi yang tidak sesuai dengan yang dibeli.

 

3. Suporter Tidak Bisa Masuk AS

Tak hanya tiket, masalah lain pun muncul dari sisi suporter. Pasalnya, banyak suporter yang tidak bisa masuk ke AS untuk mendukung tim kebanggaan mereka.

Hal ini berkaitan dengan aturan visa yang membuat mereka tidak bisa memasuki negara adikuasa itu. Bahkan, disebut-sebut, jumlah suporter yang tidak bisa masuk mencapai jutaan orang.

Bahkan, tim dari Iran dan Haiti pun datang tanpa dukungan langsung dari suporternya. Pasalnya, para pendukung mendapat larangan masuk penuh.

Karena hal itu, pihak Iran dan Haiti hanya dihadiri oleh pemain inti dan staf tim. Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan yang cukup berat bagi pendukung negara tersebut.

Tak hanya itu, pendukung dari Senegal dan Pantai Gading pun juga tidak bisa masuk ke AS.

 

Permasalahan ini pun cukup menjadi sorotan publik. Padahal Piala Dunia 2026 sudah di depan mata.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Rp 2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim Edison
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Gubernur Bobby Keluarkan Peringatan Keras buat PNS dan PPPK
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Mariano Peralta Merapat ke Persija? Ini Profil, Karier, dan Statistik Calon Andalan Shin Tae-yong
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Pusat-Daerah Percepat Pemulihan Permanen
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Korupsi Mesin Jahit Rp 9 Miliar, Kejari Jaktim Tahan Tersangka DER
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.