Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat telah melayani 21,56 juta ton batu bara selama periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut susut 6,3% jika dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mampu mencapai 23,01 juta ton.
KAI mencatat khusus pada Mei 2026, volume batu bara yang dilayani mencapai 4.932.853 ton, menunjukkan tingginya kebutuhan distribusi komoditas tersebut melalui moda kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa angkutan batu bara merupakan salah satu layanan utama KAI yang berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok nasional.
“Angkutan batu bara menjadi salah satu layanan strategis KAI dalam mendukung distribusi komoditas dalam volume besar. Kami terus menjaga keandalan operasional agar pengiriman dapat berjalan sesuai kebutuhan pelanggan,” katanya dalam siaran pers, dikutip Rabu (10/6/2026).
Dia menjelaskan sebagian besar layanan angkutan batu bara KAI beroperasi di wilayah Sumatra bagian selatan yang merupakan salah satu pusat produksi batu bara nasional. Melalui jaringan perkeretaapian yang terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan, distribusi komoditas dapat berlangsung secara lebih teratur dan efisien.
Menurutnya, kemampuan kereta api dalam melayani volume besar secara berkesinambungan menjadikannya bagian penting dari sistem logistik nasional. Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api mampu mengangkut komoditas dalam jumlah signifikan sehingga mendukung kelancaran pasokan dari wilayah produksi menuju titik distribusi.
Anne menuturkan pertumbuhan kebutuhan logistik nasional memerlukan moda transportasi yang memiliki kapasitas, keandalan, dan efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu, KAI terus memperkuat layanan angkutan barang sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya dukung sektor logistik nasional.
“Keunggulan transportasi rel terletak pada kapasitas dan konsistensi layanannya. KAI akan terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu menjawab kebutuhan distribusi yang terus berkembang,” ujarnya.
KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan angkutan batu bara melalui penguatan operasional, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis dan memperkuat konektivitas logistik nasional.





