jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tujuan penyerahan uang Rp 500 juta dari pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi (MSA) Cory Erin Hardi kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim Abi Nurwardani (ABN).
Menurut Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, uang itu diberikan kepada ABN selaku perantara Bupati Muara Enim Edison, agar perusahaan tersebut bisa memenangkan proyek lagi pada masa mendatang.
BACA JUGA: KPK Sebut Abi Terima Rp 500 Juta dari Mbak Cory atas Perintah Bupati Muara Enim
Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6). Setelah memeriksa Cory Erin, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Foto : Ricardo/JPNN
"Di balik pemberian tersebut, ada maksud dan tujuan agar pihak swasta dapat menjaga hubungan baik ke depan dengan pemerintah daerah sehingga mereka dapat dimenangkan kembali di proyek-proyek berikutnya," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
BACA JUGA: Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Suap Blueray Cargo, Hotman Paris Sampaikan Info Penting
KPK menduga Cory memberikan uang ratusan juta kepada Abi pada 6 Juni 2026, berkenaan dengan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025.
Menurut dia, PT Millenium Solusi Abadi merupakan pemasok papan tulis interaktif bagi PT My Icon Technology (MIT) selaku pemenang proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun 2025.
BACA JUGA: Survei Indopol: Approval Rating Prabowo Turun Drastis ke 59,75%
"PT MIT mendapatkan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim tahun anggaran 2025," katanya.
KPK pada 8 Juni 2026 mengumumkan penangkapan sepuluh orang, lima orang di Jakarta dan lima orang di Sumatera Selatan.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) ke-12 yang dilakukan KPK dalam 2026 itu, Bupati Muara Enim Edison ada di antara sepuluh orang yang ditangkap.
KPK pada 9 Juni 2026 menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam tahun anggaran 2025-2026.
Bupati Muara Enim Edison (kedua kanan) berjalan keluar ruangan dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye
Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap itu adalah Edison, Abi Nurwardani, Cory Erin Hardi, serta Adi Triyadi, keponakan Edison.
Abi Terima Uang Atas Perintah BupatiBupati Muara Enim Edison (EDS) diduga memerintahkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani (ABN) menerima uang setoran dari para rekanan di lingkungan Pemkab Muara Enim.
"ABN atas perintah EDS selaku Bupati Muara Enim periode 2025-2030, diduga menerima setoran uang dari para rekanan di lingkup Pemkab Muara Enim," kata Taufik, kemarin.
Taufik menyebut perintah Edison kepada Abi tersebut tidak sebatas pada rekanan Disdikbud Muara Enim saja, tetapi turut meliputi dinas-dinas lainnya.
Salah satu contoh penerimaan tersebut terjadi di lingkungan Disdikbud Muara Enim saat Abi menerima uang dari pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi (MSA) Cory Erin Hardi (CRH).
Dia menyebut Abi menerima uang saat bertemu Cory di sebuah hotel di Jakarta pada 6 Juni 2026.
"Dalam pertemuan tersebut, ABN diduga menerima uang tunai sebesar Rp 500 juta dari CRH," ujarnya.(ant/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




