Menko Airlangga Tegaskan Kenaikan BI Rate Untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Optimisme tersebut juga untuk memberi sinyal kuat kepada pasar di tengah gejolak global.

Airlangga mengatakan bahwa hal tersebut terbukti dengan respons pasar keuangan terhadap kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin telah menunjukkan hasil yang positif.

Baca Juga :
Purbaya Bakal Jaga Inflasi 2027 di Kisaran 1,5 hingga 3,5 Persen
Bunga Kredit Jadi Ancaman Baru bagi Penjualan Mobil 2026

“BI Rate itu naik karena mengutamakan kestabilan. Jadi dengan BI-Rate naik, kelihatan respons daripada IHSG juga baik, masuk dalam green zone. Kemudian yang kedua, rupiah juga sedikit menguat,” kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, dikutip Rabu, 10 Juni 2026.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp18.058 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.188 per dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore juga ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke posisi 5.746,65.

Sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap terkendali. BI menyebut pelemahan nilai tukar rupiah telah melebihi proyeksi bank sentral sehingga diperlukan langkah kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilitas rupiah.

Menurut Airlangga, pasar memandang kebijakan tersebut sebagai langkah responsif dalam menghadapi gejolak maupun situasi global saat ini. “Market melihat Indonesia responsif terhadap gejolak ataupun situasi yang ada sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah tetap mengutamakan stabilisasi ekonomi nasional karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Menurut dia, kondisi tersebut didukung oleh kinerja ekspor, kondisi makroekonomi, serta pandangan positif negara mitra terhadap ekonomi Indonesia.

“Ekonomi kan memang dasarnya juga kuat ya, baik dari segi ekspor, dari segi makro,” tutur dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Menko juga mengatakan Singapura mengapresiasi sejumlah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai berorientasi pada kepentingan nasional, termasuk kebijakan ekspor satu pintu.

“Singapura mengatakan fundamental Indonesia kuat. Singapura juga mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh Indonesia terutama untuk kepentingan nasional, termasuk dengan ekspor satu pintu, mereka mendorong untuk implementasi dari kebijakan tersebut,” ungkap dia.

Baca Juga :
Rezeki Mulai Lancar, 3 Zodiak Ini Akhirnya Keluar dari Masalah Keuangan!
Chatib Basri Temui Prabowo di Istana, Dasco Ungkap Alasannya
Ekonom Sebut Kebijakan BI dan Pemerintah Langkah Tepat Memperkuat Rupiah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjajakan investasi Jepang pada proyek transportasi DKI peluang baik
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Profil Haykal Kamil, Aktor yang Jadi Korban Begal Solar di Lampung, Ngaku Syok Tangki Truknya Dikuras Pencuri!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Perkuat Pembiayaan Digital, Danamon Sepakati Fasilitas Pendanaan Rp500 M untuk Akulaku
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Amnesty Kecam Pengesahan Revisi UU Polri, Sebut DPR dan Pemerintah Abaikan Partisipasi Publik
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Jadi Tersangka KPK, Bupati Muara Enim Edison Punya Harta Kekayaan Rp16 Miliar
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.