jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai menjalin sinergi dengan perguruan tinggi untuk menumbuhkan pemahaman mahasiswa terhadap aturan kepabeanan dan cukai serta peran strategis instansi dalam mendukung perekonomian dan keamanan nasional.
Sepanjang Mei 2026, sejumlah kegiatan edukasi dan riset bersama sivitas akademika digelar di berbagai kantor Bea Cukai sebagai upaya menjembatani teori akademik dengan praktik di lapangan.
BACA JUGA: Gelar Monev, Bea Cukai Pastikan Fasilitas Kepabeanan Dukung Industri Nasional Tumbuh
Salah satu kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (12/6) saat Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Merdeka (Unmer) Malang melaksanakan kegiatan Campus Goes to Customs di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, mulai dari proses kepabeanan, pengawasan barang kena cukai, hingga implementasi ilmu akuntansi dalam audit kepabeanan.
BACA JUGA: Namanya Disebut Dalam Dugaan Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris
Para peserta juga dikenalkan pada empat fungsi utama Bea Cukai sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator,dan industrial assistance.
Kegiatan semakin menarik dengan demonstrasi Tim Unit Anjing Pelacak (K-9) Bea Cukai yang menunjukkan kemampuan mendeteksi barang selundupan ilegal dan narkotika.
BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal
Edukasi serupa juga diberikan kepada ratusan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta yang melakukan kunjungan studi ekskursi ke Aula Lantai 4 Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Semarang, pada Senin (18/5).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendalami keterkaitan teori bisnis dengan kebijakan kepabeanan, termasuk fungsi pengawasan perbatasan (border control), pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan mesin X-Ray, serta pengelolaan dokumen ekspor-impor dan penanganan barang ilegal di kawasan bebas (Free Trade Zone).
Dalam opening speech, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Khoirul Hadziq, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi yang benar terkait kepabeanan.
"Kami sebagai petugas Bea Cukai bertugas menjalankan titipan regulasi dari berbagai instansi teknis lain di perbatasan. Melalui kunjungan ini, kami berharap rekan-rekan mahasiswa dapat menjadi agen edukasi yang membantu meluruskan disinformasi di masyarakat, sekaligus kami sangat terbuka atas kritik serta saran yang membangun," ujarnya di hadapan para peserta.
Selanjutnya, pada Rabu (20/5), puluhan mahasiswa Program Magister (S2) Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan) RI melaksanakan kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kantor Bea Cukai Tanjung Emas.
Kegiatan tersebut difokuskan pada kajian strategis mengenai hubungan tata kelola logistik internasional dengan ketahanan maritim dan keamanan nasional.
Para mahasiswa mendalami implementasi manajemen risiko kepabeanan dalam menangkal penyelundupan melalui jalur laut, termasuk mekanisme pemeriksaan fisik kontainer, pengoperasian alat pemindai (X-Ray), hingga pola patroli laut di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Mereka juga mempelajari bagaimana Bea Cukai menjaga stabilitas fiskal negara dari kebocoran arus komoditas ilegal tanpa menghambat kelancaran arus perdagangan internasional.
"Kami menyambut baik kajian akademis dari Unhan RI untuk memetakan tantangan riil di lapangan, di mana aspek pengawasan kepabeanan berbasis manajemen risiko merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari strategi ketahanan maritim nasional. Sinergi pengetahuan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang kuat bagi pengamanan jalur logistik Indonesia," kata Khoirul.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo mengatakan kolaborasi antara Bea Cukai dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun literasi kepabeanan dan cukai di kalangan generasi muda.
Menurutnya, mahasiswa merupakan mitra strategis dalam menyebarluaskan pemahaman yang benar mengenai regulasi kepabeanan, cukai, serta peran Bea Cukai dalam mendukung perdagangan yang sehat dan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal.
Melalui berbagai program kunjungan edukatif dan riset tersebut, Bea Cukai berharap sinergi dengan sivitas akademika dapat terus diperkuat sehingga lahir generasi yang memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan kepabeanan dan cukai sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Ternate Tindak 13 Ribu Batang Rokok Ilegal di Tidore Kepulauan
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




