Pemprov DKI Jakarta masih terus mengkaji penerapan tarif baru untuk Transjabodetabek. Saat ini, tarif Transjabodetabek sama dengan tarif Transjakarta di dalam kota, yakni Rp 3.500.
Transjabodetabek memang memiliki rute yang berbeda dengan dalam kota. Bus ini mengantarkan penumpang dari Jakarta ke sejumlah daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Penyesuaian tarif ini tak lepas dari upaya untuk mengurangi tekanan kepada APBD DKI Jakarta. Sebab, subsidi transportasi cukup tinggi.
Wagub DKI Jakarta Rano Karno sempat menyampaikan penyesuaian ini masih terus dilakukan. Penghitungan dilakukan kepada rute-rute yang terintegrasi dengan daerah luar Jakarta.
“Jadi yang melalui Depok, Bekasi, mungkin ya Bogor, itu sub-sub komponennya,” ujar Rano.
Angka final tarif baru belum ditentukan. Meski begitu, Rano Karno sempat menyampaikan kisaran tarif yang jadi pertimbangan utama dalam penghitungan tarif Transjabodetabek.
“Berapanya itu sedang masih dihitung. Range-nya berkisar katanya ada yang bilang Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu, mungkin,” kata Rano.
Di sisi lain, Rano mengatakan tarif bus Bandara Soekarno-Hatta sudah dipastikan akan naik. Hal itu dilakukan setelah pemerintah menjalankan trial selama 3 bulan terakhir.
“Kalau Bandara Soekarno-Hatta pasti akan naik. Karena kemarin juga kita mulainya kan itu kita trial 3 bulan,” ungkap Rano.





