EtIndonesia.com NTDTV melaporkan bahwa kontroversi mengenai kekurangan surat suara dalam pemilihan lokal Korea Selatan pada 3 Juni terus berlanjut. Ratusan demonstran telah berkumpul di Seoul selama empat hari berturut-turut untuk memprotes dugaan adanya kelemahan serius dalam proses pemilu dan menuntut agar pemilihan diulang.
Menurut perkiraan kepolisian Korea Selatan, sekitar 950 orang ikut serta dalam aksi protes tersebut. Para peserta membawa bendera dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan transparansi dan keadilan dalam pemilu, serta menuntut penyelenggaraan pemungutan suara ulang.
Menurut data dari Komisi Pemilihan Umum Nasional Korea Selatan (National Election Commission of South Korea), pada hari pemungutan suara 3 Juni, terdapat 67 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri yang harus menerima pengiriman surat suara tambahan secara darurat. Di antaranya, 22 TPS sempat menghentikan proses pemungutan suara karena kehabisan surat suara.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa jumlah surat suara yang kurang mencapai 4.726 lembar, dan seluruh kasus kekurangan tersebut terjadi di wilayah Seoul.
Saat ini, pihak kepolisian telah memulai penyelidikan untuk mencari penyebab insiden tersebut. Selain memeriksa catatan komunikasi petugas pemilu, polisi juga telah memanggil staf terkait dan para pemilih yang terdampak untuk membantu mengklarifikasi kejadian tersebut.
Sementara itu, video yang beredar di internet menunjukkan bahwa setelah kekurangan surat suara terdeteksi, pihak penyelenggara pemilu menggunakan kantong plastik putih biasa dan kantong plastik berperekat (ziplock) untuk mengirim surat suara tambahan. Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai pengelolaan surat suara dan integritas proses pemilu.
Pada Senin (8 Juni), Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyatakan bahwa insiden kekurangan surat suara telah merusak citra Korea Selatan sebagai contoh demokrasi. Ia telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus tersebut.
“Ini benar-benar tidak masuk akal. Kita perlu mengetahui apakah kekurangan surat suara ini disengaja, atau apakah terdapat masalah struktural yang mendasar,” katanya.
Laporan disusun oleh wartawan NTDTV, Fu Yu





