Pantau - Kebiasaan yang dilakukan pada malam hari, seperti berjalan kaki setelah makan, mengatur pola makan, mengelola stres, dan menjaga kualitas tidur, dinilai berperan penting dalam membantu mengendalikan kadar gula darah selain pola makan dan aktivitas fisik sepanjang hari.
Aktivitas Ringan dan Pola Makan Berpengaruh pada Gula DarahLaman kesehatan Eating Well melaporkan sejumlah kebiasaan sederhana setelah pukul 17.00 dapat membantu menjaga kestabilan gula darah tanpa perlu mengubah rutinitas secara drastis.
Ahli gizi Toby Amidor menyarankan berjalan kaki selama 15 hingga 20 menit setelah makan malam karena aktivitas ringan tersebut dapat membantu mengelola kadar gula darah pada penyandang diabetes maupun pradiabetes.
Selain itu, susunan menu makan malam juga dinilai memengaruhi respons gula darah, sehingga para ahli merekomendasikan metode “piring diabetes” dengan komposisi setengah piring sayuran nontepung, seperempat protein rendah lemak, dan seperempat sumber karbohidrat kaya serat.
Penelitian yang dikutip juga menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran terlebih dahulu, kemudian protein, dan diakhiri karbohidrat dapat memperlambat penyerapan glukosa sehingga lonjakan gula darah setelah makan menjadi lebih rendah.
Kelola Stres dan Tidur Berkualitas Jadi Faktor PentingAhli gizi Mandy Enright menyarankan praktik relaksasi seperti meditasi atau latihan pernapasan sebelum tidur untuk membantu mengurangi stres yang berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol.
Kualitas tidur yang baik juga disebut berperan penting karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek maupun tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah puasa, kadar hemoglobin A1c (HbA1c), dan resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2.
Selain menerapkan rutinitas malam yang sehat, para ahli juga menganjurkan masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh, mengombinasikan karbohidrat dengan protein dan serat saat makan, serta memantau kadar gula darah secara rutin sesuai kebutuhan.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai dapat mendukung kesehatan metabolik dan membantu pengendalian gula darah secara lebih optimal.




