BI Yakin Rupiah Menguat di Rentang 16.800-17.500 pada 2027, Ini Faktornya

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupiah akan menguat rata-rata dalam rentang level 16.800 hingga 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), sesuai dengan asumsi yang dibuat pemerintah. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, optimisme ini muncul seiring keyakinan terhadap membaiknya fundamental ekonomi domestik dan global. 

Perry menjelaskan terdapat lima dasar pertimbangan utama yang menjadi landasan keyakinan BI terhadap penguatan rupiah pada 2027.

“Yang pertama, tentu saja kami meyakini bahwa prospek perekonomian dunia akan membaik. Gejolak global diperkirakan mereda dan persepsi risiko investasi diharapkan membaik,” ujar Perry dalam rapat dengan DPR RI Komisi XI, Rabu (10/6).

Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi dan membaiknya persepsi risiko investasi akan mendorong masuknya aliran modal asing atau portfolio inflows ke negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga mendukung penguatan rupiah.

Kedua, prospek fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan akan semakin baik. Dia menjelaskan hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran, serta neraca pembayaran yang sehat dengan defisit transaksi berjalan yang rendah.

“Demikian juga imbal hasil investasi di Indonesia yang tetap menarik, pasar keuangan yang berkembang maupun juga dukungan kecukupan cadangan devisa,” katanya.

Ketiga, penguatan rupiah diperkirakan akan ditopang implementasi kebijakan pemerintah terkait ekspor sumber daya alam. Perry menyebut, pembentukan PT DSI Danantara Sumber Daya Indonesia serta implementasi aturan baru mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

“Dengan kebijakan-kebijakan ini, kami meyakini akan meningkatkan penerimaan devisa dan juga penerimaan pajak maupun penerimaan negara yang lain dalam jumlah yang besar,” kata Perry.

Menurut dia, kebijakan tersebut tidak hanya memperbesar penerimaan negara untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan devisa dan cadangan devisa sehingga menopang penguatan rupiah ke depan.

Keempat, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan seluruh instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi pasar valas secara tunai maupun forward, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Kelima, penguatan rupiah didukung koordinasi erat antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsip Foto ”Kompas”: Waduk Melati Lahir dari Bedol Kampung
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Kapolri Bakal Aktifkan Lagi Satgas Judi Bola Jelang Piala Dunia 2026
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
PBTI Siap Sambut 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026, Jakarta Akan Jadi Panggung Atlet Terbaik Asia
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonom: Konsumsi produk lokal dapat dorong serapan tenaga kerja
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Setelah 70 Tahun, Toyota Akhirnya Masuk Ajang Balap Bergengsi Eropa
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.