JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menekankan keinginannya menjadi orang nomor satu di Indonesia bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan karena melihat Indonesia bergerak ke arah yang menurutnya kurang tepat sejak dekade 1990-an.
Hal itu ia sampaikan dalam musyawarah nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Mulanya, ia menceritakan pengalamannya yang kalah dalam konsistensi Pilpres selama 4 kali.
BACA JUGA:Prabowo Targetkan 350 Rumah Sakit Modern Terbangun dalam Tiga Tahun
"Saya tadi dikatakan berapa kali maju jadi presiden untuk jadi presiden. Tadi disebut tiga kali kalah, salah, empat kali kalah. Iya, saya usaha jadi presiden dari 2004 konvensi Golkar ya kan, 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali. Empat kali kalah," kata Prabowo.
Ia mengungkapkan ambisinya itu membuat orang-orang bertanya untuk terus maju meski beberapa kali mengalami kekalahan.
BACA JUGA:Profil dan Jejak Karier Chatib Basri yang Dipanggil Prabowo Diisukan Gantikan Purbaya Jadi Menkeu
Bahkan, kata dia, sejumlah analis dan pembuat konten podcast kerap menilai dirinya terlalu berambisi menjadi presiden.
"Orang bingung, sudah empat kali kalah masih mau maju lagi. Ada analis-analis, podcast-podcast, Prabowo pengen banget jadi presiden sampai sekian kali," jelasnya.
BACA JUGA:Menghadap Prabowo di Istana, Chatib Basri Bantah Ditawari Jadi Menteri Keuangan
Namun, Prabowo menegaskan motivasinya bukanlah sekadar menduduki kursi presiden.
Ia mengaku terdorong oleh keinginannya untuk memperbaiki arah pembangunan dan pengelolaan negara.
"Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat. Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lu kira enak? Iya kah?," tanya Prabowo.





