JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan seluruh keluarga siswa Sekolah Rakyat mendapatkan paket bantuan sosial hingga bedah rumah, untuk membantu mereka keluar dari jerat kemiskinan.
"Seluruh keluarga siswa mendapatkan paket bansos lengkap, PKH, sembako, PBI JK (BPJS -red), dan juga ada 10.000 rumah tidak layak huni orang tua siswa diperbaiki, dan tentu ini bekerja sama dengan Pak Maruarar, Menteri PKP," ujar Saifullah dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Mensos Ungkap Progres Penyaluran Bansos: Sembako 87 Persen, PKH 94 Persen
Selain bantuan sosial dan perbaikan rumah, kata Saifullah, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi orangtua siswa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Seluruh keluarganya mendapatkan bantuan modal pemberdayaan dan menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih," jelas dia.
Saifullah mengeklaim pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani kemiskinan secara menyeluruh melalui program Sekolah Rakyat.
Baca juga: Progres Pembangunan Kopdes Merah Putih: 1.061 Unit di Jatim dan Jateng
Oleh karena itu, dia menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Diharapkan nanti putra-putrinya lulus, keluarganya naik kelas, tidak menerima bansos lagi," kata Saifullah.
Target pembangunan sekolah rakyatSaifullah menggungkapkan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 183 Sekolah Rakyat dapat beroperasi hingga akhir 2026.
"Perkembangan jumlah dan infrastruktur. Dari 166 Sekolah Rakyat rintisan di tahun 2025/2026, kini hingga akhir 2026 insyaallah menjadi 183 unit beroperasi pada tahun 2026/2027. 80 SR rintisan, 93 SR permanen, dan 10 SR rintisan tambahan di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," ujar Saifullah dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: 183 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Tampung 45.000 Siswa
Menurut Saifullah, penambahan jumlah Sekolah Rakyat akan meningkatkan jumlah peserta didik yang dapat mengakses program tersebut.
Dia meyakini, keberadaan 183 sekolah tersebut akan mampu melayani lebih dari 45.000 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Calon siswa pada tahun 2026 mencapai 32.640 orang sehingga total siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat tahun ini, tahun 2026, lebih dari 45.000 siswa," kata Saifullah.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun depan. Pada 2027, jumlah siswa ditargetkan meningkat hingga lebih dari 100.000 orang.
"Untuk tahun 2027 nanti kita akan menambah lagi jumlah siswa yang mencapai lebih dari 100.000 siswa dengan SD 31.000 lebih, SMP 34.000 lebih siswa, SMA 36.000 lebih siswa. Kebutuhan guru sebanyak 16.754 orang, kepala sekolah 498 orang, tenaga kependidikan 19.460 orang," tutur Saifullah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




