Makeup sudah menjadi bagian dari keseharian banyak perempuan. Ada yang menggunakannya karena tuntutan pekerjaan, menghadiri acara tertentu, atau sekadar ingin tampil lebih segar saat beraktivitas.
Bagi sebagian orang, makeup juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri. Riasan wajah membuat wanita merasa lebih nyaman saat bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.
Meski begitu, setiap orang tentu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap makeup. Ada yang memaknainya sebagai bentuk perawatan diri, sarana berekspresi, hingga pelengkap penampilan dalam momen-momen tertentu.
Hal serupa juga dirasakan oleh sejumlah teman kumparan. Mereka berbagi cerita tentang alasan menggunakan make up serta makna yang mereka rasakan di balik penggunaannya.
Penasaran seperti apa pandangan mereka terhadap makeup? Yuk, simak ceritanya di bawah ini!
Cerita teman kumparan Memaknai Make UpCerita pertama datang dari teman kumparan Nabila (29). Ia memandang riasan wajah menjadi salah satu bentuk mood booster, bukan sebuah tuntutan yang harus selalu dilakukan.
Apalagi sejak resign beberapa bulan lalu, aktivitasnya di luar rumah menjadi lebih jarang. Karena itu, sesekali memakai make up membuatnya merasa lebih siap menjalani hari.
Biasanya, Nabila memakai make up saat menghadiri acara keluarga, pergi bersama suami, atau bertemu teman di luar rumah. Sementara saat beraktivitas di rumah, ia lebih sering tampil bare face.
Menurut Nabila, perempuan nggak harus memakai make up untuk bisa tampil percaya diri. Berdasarkan pengalamannya, banyak rekan kerja yang jarang bahkan hampir nggak pernah menggunakan make up, tetapi tetap terlihat profesional dan disegani oleh orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, ia menganggap make up sebagai sesuatu yang bersifat opsional. Bagi Nabila, keberadaan make up nggak seharusnya menjadi tolok ukur nilai diri seseorang.
“Kalau bikin kita lebih percaya diri ya silakan, tapi jangan sampai merasa nilai diri kita ditentukan dari ada atau nggaknya make up,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh teman kumparan Dinda. Baginya, make up merupakan suatu bentuk ekspresi diri. “Kayak cara aku nunjukkin mood atau personality aja,” tuturnya.
Dinda biasanya memakai make up saat ada presentasi di kelas, menghadiri acara kampus, atau berkumpul bersama teman-temannya. Sedangkan untuk aktivitas sehari-hari di kampus, ia lebih sering menggunakan sunscreen dan lip balm.
Pada waktu tertentu, ada kalanya ia ingin tampil segar dengan riasan natural, tetapi ada juga momen ketika ia ingin bereksperimen dengan tampilan yang lebih bold.
Menurutnya, riasan dapat membuat wajah terlihat lebih segar dan nggak pucat saat difoto. Meski begitu, Dinda nggak menganggap make up sebagai faktor utama yang menentukan rasa percaya dirinya.
“Menurut aku percaya diri itu datang dari diri sendiri, bukan dari make up,” katanya.
Dinda juga menilai profesionalisme seseorang nggak ditentukan oleh penggunaan make up, melainkan dari cara kerja, kemampuan, dan sikap yang ditunjukkan dalam keseharian.
Temukan beragam cerita istimewa dari ribuan perempuan hebat lainnya, gabung komunitas teman kumparanWOMAN di kum.pr/tkwoman1





