HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan kisah yang terasa seperti deja vu. Meksiko dan Afrika Selatan kembali dipertemukan di laga pembuka turnamen terbesar dunia. Pertemuan ini mengulang sejarah yang pernah tercipta 16 tahun silam. Bedanya, kini Meksiko yang berstatus tuan rumah dan menjadi pusat perhatian dunia.
Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan pertandingan yang sarat nuansa nostalgia. Meksiko dijadwalkan menghadapi Afrika Selatan di Stadion Mexico City pada Jumat (12/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Duel tersebut bukan sekadar pertandingan pembuka biasa. Pertemuan ini menjadi pengulangan laga pembuka Piala Dunia 2010 ketika kedua tim juga bertemu pada pertandingan pertama turnamen.
Saat itu, Afrika Selatan berstatus tuan rumah dan menjamu Meksiko di Stadion Soccer City, Johannesburg. Laga tersebut masih dikenang sebagai salah satu pembuka Piala Dunia paling bersejarah.
Sorak sorai puluhan ribu pendukung tuan rumah pecah ketika Siphiwe Tshabalala mencetak gol spektakuler pada menit ke-55. Momen itu semakin ikonik berkat komentar legendaris Peter Drury yang hingga kini masih dikenang pecinta sepak bola dunia.
“Tsabalalaaa! Bafana Bafana! Goal for South Africa, goal for all Africa!”
Gol tersebut membuat stadion bergemuruh. Tshabalala bersama rekan-rekannya kemudian merayakan dengan tarian khas Diski yang menjadi simbol kebanggaan Afrika Selatan kala itu.
Namun keunggulan tuan rumah tak bertahan hingga akhir laga. Meksiko berhasil menyamakan kedudukan melalui Rafael Marquez pada menit ke-79.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 dan sejak saat itu kedua negara tidak pernah lagi bertemu dalam ajang resmi.
Rematch Setelah 16 TahunKini, 16 tahun kemudian, sejarah kembali mempertemukan mereka di panggung yang sama. Jika pada 2010 Afrika Selatan bertindak sebagai penyelenggara, kali ini giliran Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Laga pembuka tersebut diprediksi akan menghadirkan atmosfer berbeda. Selain menjadi pertandingan pertama turnamen, duel ini juga membawa kenangan panjang yang masih membekas bagi kedua negara.
Afrika Selatan tentu ingin mengulang kejutan yang pernah mereka ciptakan di Johannesburg. Sebaliknya, Meksiko bertekad memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk mematahkan catatan buruk mereka di laga pembuka Piala Dunia.
Rekor Unik Meksiko di Laga PembukaMenariknya, Meksiko tercatat sebagai salah satu tim yang paling sering tampil dalam pertandingan pembuka Piala Dunia. Namun, statistik mereka justru kurang menggembirakan.
Sepanjang sejarah, El Tri sudah tujuh kali bermain di laga perdana turnamen dan belum pernah sekalipun meraih kemenangan. Dari tujuh penampilan tersebut, Meksiko menelan empat kekalahan dan hanya mampu meraih tiga hasil imbang.
Catatan tersebut membuat laga melawan Afrika Selatan menjadi kesempatan emas untuk mengakhiri rekor negatif yang telah berlangsung puluhan tahun.
Ulangan Laga Pembuka yang LangkaSepanjang sejarah Piala Dunia, pertandingan pembuka yang kembali terulang bukanlah hal yang sering terjadi. Sebelum Meksiko dan Afrika Selatan, hanya ada satu pasangan tim yang pernah mengalami situasi serupa.
Brasil dan Meksiko menjadi laga pembuka Piala Dunia 1950 ketika Brasil menjadi tuan rumah. Empat tahun kemudian, saat Swiss menggelar Piala Dunia 1954, kedua tim kembali dipertemukan pada pertandingan pembuka.
Namun, pengulangan laga pembuka dengan status tuan rumah yang bergantian seperti yang dialami Meksiko dan Afrika Selatan menjadi peristiwa yang sangat langka.
Pada 2010, Afrika Selatan menjadi penyelenggara. Kini pada 2026, giliran Meksiko yang menjadi tuan rumah dan kembali berhadapan dengan lawan yang sama.
Daftar Ulangan Laga Pembuka Piala Dunia Brasil vs Meksiko- Piala Dunia 1950: Brasil vs Meksiko
- Piala Dunia 1954: Brasil vs Meksiko
- Piala Dunia 2010: Afrika Selatan vs Meksiko
- Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan
Pertemuan di Mexico City nanti bukan hanya membuka Piala Dunia 2026, tetapi juga membuka kembali lembaran sejarah yang pernah tercipta 16 tahun lalu. Pertanyaannya, apakah hasilnya akan kembali berakhir imbang, atau justru lahir cerita baru yang lebih bersejarah? (*)





