Harga Pertamax Naik, Ojol Mengeluh: Pendapatan Bersih Tinggal Rp15 Ribu

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat masyarakat hingga pengguna ojek online (ojol) merasa tertekan dengan kondisi saat ini.

Pasalnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga BBM pada Rabu, 10 Juni 2026 hingga mencapai Rp 4 ribu.

BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Warteg Mulai Diserbu Pemburu Paket Makan Hemat Rp10 Ribu

Kenaikan yang mencapai hingga Rp4.000 per liter itu langsung memicu perhatian publik karena diberlakukan pada dini hari.

Sebelum kenaikan, BBM Pertamax (RON 92) dari Rp1.2.300 menjadi Rp.16.250 per liter. Sedangkan, BBM Pertamax Green (RON 95) dari Rp.12.900 menjadi Rp.17.000 per liter.

Terlihat dalam pantauan disway.id di sejumlah lokasi SPBU di Jakarta dan VIVO di Kota Depok, terlihat masyarakat lebih memilih untuk mengisi BBM Pertalite ketimbang Pertamax. Sedangkan VIVO, terpantau hanya sebagian masyarakat yang mengisi BBM.

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Dengan kenaikan tersebut, membuat salah satu ojol, Ridho merasa kesal dengan adanya kenaikan tarif BBM non-subsidi. Sebab, dengan tarif subsidi yang kian hari kian naik menjadi semakin terhimpit dengan kebutuhan.

Ditambah, pihak aplikator mengeluarkan beragam promo, salah satunya yaitu dengan menghadirkan layanan HEMAT yang membuat semakin bingung untuk mencari tambahan penghasilan.

Sebab dalam satu hari dari promo tersebut, pria berusia 43 tahun itu hanya bisa membawa uang Rp.15 ribu dari 10 orderan yang diterimanya.

"Kesel si, masa iya saya pas pulang kerumah cuman bawa Rp.15 ribu dengan potongan yang diberikan dari Gojek. Nyari tambahan dari mana lagi coba," ungkap Ridho saat ditemui di lokasi pada Rabu, 10 Juni 2026.

BACA JUGA:BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Juli-September 2026 Akan Lebih Kering, Cek Daftar Wilayahnya Berikut

Sebelumnya, Ridho kerap mengisi BBM Pertamax. Namun kini, ia mulai beralih ke pertalite karena harga dan penghasilannya tidak berimbang.

"Sebelum naik, saya pakai pertamax karena enak buat tarikannya. Tapi, sekarang udah pindah ke pertalite. Ya karena itu, orderan yang masuk dari promo tersebut 10, kita dari ojol hanya dapat Rp.70 ribu, belum lagi ada potongan dari Gojek Rp.20 ribu, belum juga makan, ngopi, ngerokok. Mangkanya saya pindah," papar dia.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan akan memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, terutama transportasi ataupun aplikasi yang sangat bergantung pada konsumsi bahan bakar harian.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelajar di Semarang Dibacok saat Naik Motor, Polisi Buru Pelaku
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Tersangka Suap Bea Cukai Akui Gunakan Uang Korupsi untuk Beli iPhone Istrinya
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional, Akan Baku Tembak Jika Ada Pasukan Asing
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DEN: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, tetapi Risiko Global dan Pelemahan Rupiah Perlu Diwaspadai
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
‎Jalin Koneksi di Lini Serang Timnas Indonesia, Ole Romeny Anggap Marselino Ferdinan Bagaikan Saudara Sendiri
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.