DEPOK, KOMPAS.com - Tempat persembunyian AW, warga negara Amerika Serikat (AS) yang ditangkap karena menjadi buronan kasus kekerasan seksual, disebut warga bukan berupa bunker atau ruang bawah tanah.
Warga sekitar justru menyebut ruangan tersebut merupakan salah satu kamar di dalam rumah yang telah dimodifikasi, dipasangi peredam suara.
Seorang warga berinisial S (51) mengatakan, rumah yang ditempati AW di kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, memiliki dua kamar.
Baca juga: Buronan AS yang Ditangkap di Depok Dikenal sebagai Pekerja IT
Salah satu kamar kemudian diubah dan digunakan sebagai tempat persembunyian.
"Ada dua kamar di dalam. Satu kamar diubah pakai peredam suara, itu yang dipakai untuk tempat persembunyian. Saya juga bingung kenapa disebut bunker, karena itu cuma kamar yang diubah saja. Mungkin itu istilah dari penyelidikan," kata S saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Selain digunakan sebagai tempat persembunyian, ruangan itu juga diduga menjadi tempat AW bekerja sehari-hari.
"Kita tahunya dia kerja di bidang IT. Jadi pas ada petugas, barang-barangnya seperti komputer dibawa. Ruangan itu juga peredamnya sudah dicabutin," ujar S.
Baca juga: Ini Penampakan Bunker WN AS Buron Pelecehan Seksual di Depok, 15 Tahun Dipakai Sembunyi
S mengatakan, akses menuju ruangan tersebut terhubung dengan salah satu kamar di dalam rumah.
Ia menambahkan, pintu menuju ruangan itu juga dapat dikunci dari dalam.
Menurut S, AW memiliki tiga rumah yang berdiri berdampingan dalam satu deretan di kawasan perumahan tersebut.
"Rumahnya itu sebenarnya terdiri dari tiga rumah yang dibeli. Awalnya satu rumah, kemudian bertambah. Tempat persembunyian itu berada di deretan rumah ketiga," ujar S.
Baca juga: WN AS Buronan Kasus Pelecehan di Depok Tertutup, Hanya Keluar Malam Hari
Pantauan Kompas.com di lokasi, rumah yang dimaksud berada di posisi paling ujung.
Dari luar, bangunan tersebut tampak seperti rumah tinggal biasa dengan pagar besi berwarna hitam dan halaman depan yang tertutup kanopi.
Tidak terlihat adanya akses menuju ruang persembunyian dari bagian luar rumah.
S mengatakan, selama tinggal di lingkungan tersebut, AW dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.