Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Solar Aman, Antrean Dipicu Lonjakan Konsumsi

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan bahwa antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah konsumen pengguna Biosolar. Kenaikannya hingga 8,3 persen.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan peningkatan antrean tersebut bukan disebabkan oleh gangguan operasional maupun kendala pasokan BBM.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, salah satu faktor yang berkontribusi adalah adanya peningkatan jumlah konsumen pada produk Biosolar. Kami melihat terdapat kecenderungan sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM jenis Dexlite maupun Pertamina Dex beralih ke Biosolar karena pertimbangan ekonomi, sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan yang melakukan pengisian pada jalur Biosolar,” ujarnya.

Menurut Lilik, tingginya konsumsi Biosolar di sejumlah SPBU membuat stok yang tersedia lebih cepat tersalurkan dibandingkan kondisi normal. Situasi tersebut kemudian memicu antrean kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

“Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kendala operasional maupun gangguan pasokan. Justru tingginya konsumsi Biosolar di beberapa SPBU menyebabkan stok yang tersedia lebih cepat tersalurkan dibandingkan kondisi normal sehingga memicu antrean pada waktu-waktu tertentu,” katanya.

Meski demikian, Pertamina memastikan ketersediaan BBM, termasuk Biosolar, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Makassar dan sekitarnya. Penyaluran ke SPBU juga terus dilakukan sesuai kebutuhan guna menjaga keandalan pasokan di lapangan.

“Pertamina memastikan pasokan dan stok BBM, termasuk Biosolar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Makassar dan sekitarnya. Penyaluran ke SPBU terus dilakukan sesuai kebutuhan guna menjaga keandalan pasokan di lapangan,” tutur Lilik.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina bersama pengelola SPBU telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya melalui pengaturan arus kendaraan dan penempatan petugas atau marshal di area SPBU untuk membantu mengurai antrean serta memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan lancar.

Selain itu, Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi dan rekomendasi pabrikan kendaraan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, serta mendukung penggunaan energi yang lebih berkualitas.

Sales Area Manager Retail Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat) PT Pertamina (Persero), Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menegaskan bahwa saat ini tidak ada kendala dalam pendistribusian BBM solar. Ia juga menjamin stok masih aman hingga akhir tahun.

“Sampai saat ini tidak ada kendala operasional distribusi. Stok pun aman,” ujar Rainier kepada FAJAR, Selasa, 9 Juni.

Terkait antrean solar yang terjadi, ia mengungkapkan bahwa pihak Pertamina akan segera turun ke SPBU mengecek masalah yang terjadi. “Kami cek segera. Saat ini juga kami cek,” tandasnya.

Rainier menambahkan bahwa berdasarkan laporan yang ia terima, sejumlah mobil operasional pendistribusian BBM terjebak kemacetan. Di antaranya di Hutan Kappang, Camba Maros, Limbung Gowa, dan adanya demonstrasi di depan Polrestabes Makassar. Sehingga distribusi melambat

“Ada beberapa titik kemacetan, sehingga mobil tanki terlambat kembali ke Depot Pertamina,” tambahnya.

Untuk mengatasi masalah antrean yang dapat menimbulkan kemacetan, Rainier menyebut bahwa Pertamina telah menurunkan petugas atau marshall untuk mengatur antrean.

“Kami mintakan petugas Marshal SPBU untuk mengatur antrean. Dan juga pendistribusian agar melakukan percepatan pengantaran,” tukasnya.

Adapun kuota BBM subsidi di Sulsel mencapai sekitar 1,136 juta kiloliter untuk Pertalite dan sekitar 741 ribu kiloliter untuk solar, dengan total sekitar 1,8 hingga 1,9 juta kiloliter per tahun. (uca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenaikan Pertamax dan Suku Bunga Hantam Kelas Menengah, Daya Beli Tertekan
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi Beckham Putra Adu Mulut dengan Oknum Suporter Usai Laga Indonesia vs Mozambik, Begini Reaksi Pemain Persib Bandung Tersebut
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Profil dan Jejak Karier Chatib Basri yang Dipanggil Prabowo Diisukan Gantikan Purbaya Jadi Menkeu
• 7 jam laludisway.id
thumb
JK: Indonesia Butuh Iptek dan Wirausaha Hadapi Ketidakpastian Global
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kasus Andrie Yunus Masuki Babak Akhir, Putusan Empat Anggota BAIS Dibacakan Hari Ini
• 10 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.