Bos Bank Asing Blak-Blakan Saat Ini Waktu Terbaik Masuk Pasar RI

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa finansial di Malaysia, CIMB Group melihat adanya peluang besar di Indonesia, di tengah kekhawatiran investor global. Group CEO CIMB Group, Novan Amirudin mengatakan pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang masa saat ini adalah waktu yang tepat untuk masuk ke pasar Indonesia.

"Nah, rupiah sedang rendah saat ini. Jadi bagi investor yang melihat potensi di Indonesia, tentu ini adalah waktu yang tepat untuk masuk. Tetapi kami bukan investor jangka pendek," kata Amirudin dalam wawancara dengan Bloomberg, dikutip Rabu (10/6/2026).


Baca: Tok! Antan (ANTM) Sepakat Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun

Ia kemudian mengingatkan bahwa CIMB adalah operator jangka panjang di sana. Seperti diketahui, entitas usaha grup itu di Indonesia adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), yang merupakan bank swasta terbesar kedua RI.

Terkait, kekhawatiran investor global atas ketidakpastian kebijakan pemerintah RI, Amirudin mengatakan kembali menekankan posisi CIMB Group sebagai investor jangka panjang, dan menegaskan komitmennya di Indonesia.

"Kami percaya pada potensi jangka panjang Indonesia. Dan Indonesia memiliki banyak potensi jangka panjang. Secara fundamental, basis populasi yang besar dan demografi yang tepat dengan sumber daya alam. Ada banyak pelengkap dalam jaringan lintas batas ASEAN. Bagi kami, Indonesia adalah pemain jangka panjang. Kami sepenuhnya berkomitmen dan Indonesia akan baik-baik saja dalam jangka panjang," terangnya.

Lebih jauh, CIMB Group juga membuka peluang untuk bertumbuh secara non organik melalui aksi akuisisi dan merger (M&A) di Indonesia.

"Jika hal itu memberikan pengembalian yang lebih baik bagi pemegang saham untuk tumbuh melalui M&A, baik dengan membeli kemampuan lebih cepat daripada menumbuhkannya secara organik, itu adalah sesuatu yang akan selalu kami evaluasi dan laksanakan jika itu masuk akal bagi para pemangku kepentingan kami," pungkas Amirudin.

Ia merincikan, saat ini CIMB Group sedang mencari bisnis wealth management sebagai pelengkap bisnis CIMB Niaga. Selain itu, Amirudin mengatakan CIMB Group juga mencari peluang-peluang bisnis tambahan lalu untuk entitasnya di Indonesia.

"Jadi saya tidak akan mengatakan ada segmen spesifik tertentu. Kami melihat semua peluang. Tetapi yang terpenting, itu harus melengkapi apa yang sudah kami miliki," ucapnya.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp18.000 per USD

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru Pertamina
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ibas Dorong Penguatan e-Sports Nasional sebagai Motor Ekonomi Digital
• 1 jam laludetik.com
thumb
Pertamax Naik, Transisi ke Kendaraan Listrik Kembali Disorot
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dubes RI Minta WNI Patuhi Aturan demi Dorong Bebas Visa Penuh ke Korea Selatan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Warga dan Aparat Gerebek Lokasi Peredaran Obat Keras di Duren Sawit
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.