Prabowo Sebut Indonesia Disukai Negara Lain: Kita Dikenal Tidak Mau Punya Musuh

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia akan tetap berada di jalur politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan terseret dalam rivalitas kekuatan besar dunia.

Di tengah memanasnya dinamika geopolitik global, Prabowo menilai kepentingan nasional hanya dapat dijaga dengan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara tanpa memandang blok politik maupun aliansi militer.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung, Rabu (10/6/2026).

“Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapa pun,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa prinsip tersebut langsung menjadi garis kebijakan pemerintahannya sejak hari pertama menerima mandat dari rakyat. Menurutnya, Indonesia hanya meneruskan warisan politik luar negeri yang telah dirintis para pendiri bangsa, yakni non-blok dan bebas aktif.

“Karena itu begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik non-blok, politik bebas aktif,” ujarnya.

Prabowo kemudian mengutip prinsip diplomasi yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan hubungan internasional Indonesia.

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai kritik yang muncul terhadap pendekatan diplomasi pemerintah yang dinilai terlalu dekat dengan sejumlah negara besar. Prabowo menegaskan hubungan baik Indonesia dibangun dengan seluruh pihak tanpa pengecualian.

Ia mencontohkan kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan seluruh kekuatan global.

“Sekarang saya baik sama Presiden Putin (Presiden Rusia) baik saya, tapi saya baik juga sama Presiden Trump (Presiden AS). Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tapi nggak ada masalah,” kata Prabowo.

Meski kerap menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak, Presiden mengaku tidak terganggu selama kebijakan yang diambil diyakininya berada di jalur yang benar dan bertujuan melindungi kepentingan bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minta Tambah Anggaran Rp1,59 Triliun, Kemenperin Mau Perkuat Industri Kecil hingga Pelatihan Vokasi
• 44 menit laluidxchannel.com
thumb
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Pertamax Naik, Pemda DIY Mulai Efisiensi: Rombongan Pejabat jadi 1 Mobil
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Pernah Bayar Rp170 Juta ke Hanania Group
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
555 PNS Angkatan Pertama IKN Dilantik
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.