Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham atau sekitar Rp29 miliar kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.
Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya mengatakan nilai dividen tersebut setara dengan sekitar 9% dari laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu. Manajemen menyebut jadwal cum dividen, ex dividen, dan pembayaran dividen akan diumumkan kemudian sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami sudah umumkan dividen Rp1,5 per saham. Kalau dihitung-hitung sekitar 9% dari laba bersih. Totalnya hampir Rp29 miliar," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST tidak mengagendakan perubahan susunan direksi maupun komisaris.
ASRI sepanjang 2026 ini menargetkan total penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp2,8 triliun. Berdasarkan target tersebut, dia memerinci kontribusi hunian Alam Sutera mencapai sekitar Rp1,6 triliun, hunian Suvarna Sutera sekitar Rp700 miliar, dan unit komersial mencapai sekitar Rp500 miliar.
Dengan mempertimbangkan ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini yang dapat memengaruhi permintaan properti di dalam negeri, perseroan menetapkan target pertumbuhan marketing sales pada 2026 secara konservatif.
Baca Juga
- Penjualan Tumbuh, Laba Alam Sutera (ASRI) Justru Menyusut Kuartal I/2026
- Alam Sutera (ASRI) Ungkap Penyebab Penurunan Pendapatan 2025
- Alam Sutera (ASRI) Bidik Marketing Sales Rp2,8 Triliun pada 2026
Sebagai perbandingan, pada 2025, ASRI mencatat total marketing sales sebesar Rp2,44 triliun. Segmen hunian masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 70% dari total penjualan, sementara segmen komersial menyumbang sekitar 30%. Penjualan hunian tapak atau landed house mencapai Rp1,72 triliun. Angka ini terutama didorong oleh proyek Alam Sutera Township sebesar Rp1,34 triliun, diikuti Suvarna Sutera Township sebesar Rp381 miliar.
Permintaan hunian tetap kuat, didukung oleh beragam pilihan produk, harga yang menarik, serta kebutuhan nyata dari konsumen atau end user. Sementara itu, penjualan dari segmen komersial mencapai Rp717 miliar.
ASRI tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp650,9 miliar pada kuartal I/2026, meningkat 14,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp567,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja penjualan yang relatif stabil, ditopang oleh kuatnya permintaan produk residensial. Namun, dibalik pertumbuhan pendapatan, laba perseroan justru mengalami penurunan akibat penyusutan margin penjualan.
Pertumbuhan Pendapatan Perseroan terutama ditopang oleh segmen real estate yang melonjak 20,7% secara tahunan menjadi Rp426,7 miliar. Lonjakan signifikan terjadi pada penjualan rumah tapak dan ruko yang meningkat tajam dari Rp72,4 miliar menjadi Rp262,2 miliar.
Segmen apartemen juga mencatatkan pertumbuhan kuat dari Rp3,8 miliar menjadi Rp35,8 miliar, sementara pendapatan dari perkantoran naik dari Rp4,7 miliar menjadi Rp48,7 miliar.
Namun demikian, penjualan lahan yang selama ini menjadi salah satu penopang margin tinggi justru mengalami penurunan drastis, dari Rp272,5 miliar pada kuartal I/2025 menjadi hanya Rp80 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Dampaknya, ASRI hanya membukukan laba bersih Rp18,8 miliar pada kuartal I/2026, turun dibanding Rp32,3 miliar pada kuartal I/2025.





