JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman membenarkan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tutup beroperasi.
Ia menjelaskan saat ini pemerintah tengah menata ulang SPPG tersebut.
"Banyak, bukan beberapa lagi SPPG, nanti akan ditata ulang ya. Ini kan Bu Nanik lagi banyak konsentrasi bagaimana penataan organisasi juga dan sebagainya," kata Dudung di kantornya, Rabu, 10 Juni 2026.
BACA JUGA:Sony Sonjaya Bernyanyi Lagi, Sebut 26 Nama Terkait MBG Saat BAP di Kejagung
Terkait efisiensi, Dudung menekankan bahwa efisiensi bukan berarti memangkas anggaran secara langsung, melainkan memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang benar-benar berhak menerima manfaat.
"Artinya efisiensi itu begini. Contoh misalnya sekolah di Jakarta ini ada SMP Aloysius. Dia sebetulnya yang menerima manfaat yang pantas hanya 40 persen. Nah, itu nanti akan dihitung, maka efisiensi dari penyaluran. Seperti itulah," ujarnya.
BACA JUGA:AHY Bantah Usulkan Dua Kolonel untuk Bikin Dapur MBG dalam Kasus Sony Sonjaya
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjawab isu soal sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti sementara karena anggaran dari BGN belum turun.
Menurutnya, sebagian anggaran telah dicairkan sejak Jumat, 5 Juni 2026 lalu.
"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," kata Nanik, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
BACA JUGA:Dudung Bantah Punya Dapur MBG, Tantang Publik Cek Langsung: Kalau Ketemu Saya Kasih Hadiah
Lebih lanjut, Nanik menjelaskan ada beberapa SPPG yang baru dicairkan hari ini, Senin 8 Juni 2026.
Adapun total anggaran yang telah digelontorkan untuk pembayaran itu mencapai Rp5 Triliun.
"Yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan sekitar Rp5 triliun dicairkan hari ini," ujarnya.
BACA JUGA:Sosok Lula Kamal Terseret Kasus Dugaan Korupsi MBG, Ini Daftar Bisnisnya
- 1
- 2
- »





