Pertamax Rp 16.250 per Liter, Kelas Menengah Jadi Kelompok Paling Terjepit

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dinilai semakin menekan kelompok kelas menengah.

Pengamat ekonomi sekaligus Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengatakan kelas menengah saat ini menjadi kelompok yang paling rentan terdampak kenaikan harga BBM non-subsidi.

"Karena kelompok ini tidak mendapat bantuan sosial, dan juga pasti tertekan oleh kenaikan biaya hidupnya, termasuk biaya transportasi," ujar Rizal dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Serua Tangsel

Kelompok kelas menengah disebut menghadapi tekanan ganda. Selain tidak mendapatkan bantuan sosial, mereka juga harus menanggung kenaikan biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

Rizal menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk mencegah dampak kenaikan BBM merembet ke sektor lain yang langsung dirasakan masyarakat.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menjaga tarif transportasi umum dan biaya logistik agar tidak ikut melonjak.

"Pertama, stabilkan tarif transportasi umum dan logistik. Kalau perlu, fasilitas transportasinya diperbaiki, yang kemudian juga nyaman," kata Rizal.

Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM biasanya akan diikuti oleh kenaikan ongkos distribusi barang dan tarif jasa yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Baca juga: Terbebani Kenaikan Harga Pertamax, Karyawan Mulai Pikirkan Opsi Naik Transportasi Umum

"Pengalaman ini menunjukkan bahwa setelah harga naik BBM, terutama non-subsidi termasuk, yang pertama kali naik itu bukan di biaya kendaraan, tapi ongkos distribusi dan tarif jasa," ujarnya.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan insentif sementara kepada operator transportasi umum dan sektor logistik agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya diteruskan kepada masyarakat.

"Nah, maka pemerintah perlu memberikan insentif sementara kepada operator transportasi umum dan juga logistik, agar tidak seluruh kenaikan biaya dibebankan kepada konsumen ke rumah tangga menengah ini," kata Rizal.

Kenaikan harga BBM

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan informasi di kanal resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini dipatok Rp 16.250 per liter.

Baca juga: Harga Pertamax Naik Dikhawatirkan Timbulkan Migrasi Masyarakat ke Pertalite

Angka tersebut naik Rp 3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp 12.300 per liter.

Sementara harga Pertamax Turbo tidak berubah dan tetap dijual Rp 20.750 per liter, sama seperti yang berlaku pada penyesuaian 1 Juni 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berikut harga BBM Pertamina untuk wilayah Jabodetabek per-10 Juni 2026:

- Solar Subsidi (Biosolar): Rp 6.800 per liter
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (sebelumnya Rp 12.300 per liter)
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter (sebelumnya Rp 12.900 per liter)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter
- Dexlite (CN51): Rp 23.000 per liter - Pertamina Dex (CN53): Rp 24.800 liter

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Pemerintah Andalkan Danantara untuk Ungkit Investasi Tahun Depan
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Saat Pertamax Rp16.250 per Liter, Seberapa Hemat Mobil Listrik?
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
PPIH Arab Saudi Ambil Langkah Tegas Tertibkan Praktik Pelanggaran Haji
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Sebut Pasar Indonesia Harus Dinikmati Putra-Putri Bangsa
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Catat! Jam Tayang Lengkap Piala Dunia 2026 untuk Penonton Indonesia, Jangan Sampai Ketinggalan
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.