Prabowo ke Pengusaha HIPMI: Jangan Dengar yang Nyinyir, Fokus Kerja Buat Bangsa!

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengabaikan pihak-pihak yang kerap melontarkan kritik tidak membangun atau nyinyir.

Presiden menegaskan para pengusaha muda harus tetap fokus bekerja demi kemajuan dan persatuan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA: Chatib Basri Ingatkan Prabowo Soal Risiko Kenaikan Harga karena Rupiah Melemah

Pesan tersebut ditegaskan Presiden saat membuka Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu.

Dalam siaran daring yang diikuti dari Jakarta, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan para pengusaha yang militan dan tidak mengenal menyerah.

BACA JUGA: Ada Isu Pertumbuhan Ekonomi ketika Chatib Menghadap Prabowo, Hmm...

"Kita harus bersatu, gotong royong, kalau ada yang menghasut, memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia, yang nyinyir," kata Presiden.

Prabowo mengingatkan kepada peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu, bahwa Indonesia akan tetap berada di jalan yang benar dan tidak harus mendengarkan komentar nyinyir.

BACA JUGA: Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat

"Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara-saudara sekalian. Dahulu waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengingatkan bahwa nasionalisme adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Secara khusus, dia mengajak para pengusaha muda untuk memahami bahwa kemajuan ekonomi terjadi karena adanya semangat nasionalisme yang kuat.

Presiden Prabowo pun mengutip pemikiran sosiolog dan sejarawan Liah Greenfeld dalam buku The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth.

Menurut Presiden, bahkan para pemikir yang menjadi rujukan dalam perkembangan kapitalisme modern mengakui bahwa nasionalisme merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Yang saya ambil kalimat terakhir, The sustained growth characteristic of modern economy karakteristik tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya. Pembangunan, pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme," ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa pengalaman berbagai negara menunjukkan hubungan erat antara nasionalisme dan kemajuan ekonomi.

Menurut Presiden, kebangkitan sejumlah negara besar di dunia tidak dapat dilepaskan dari semangat kebangsaan yang mereka bangun dan pelihara.(antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oke Gas! Harga Pertamax Series Melesat Naik
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Penyaluran KUR UMKM Belum Terdampak Kenaikan BI Rate Jadi 5,5%
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengusaha Sawit Bantah Harga TBS Mitra Anjlok, Klaim Penetapan Sesuai Aturan
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Amazing Toy Show 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Hadirkan Kreator Dunia, Si Juki Hingga Koleksi Langka Labubu
• 6 menit lalutvonenews.com
thumb
Kemkomdigi Catat 175 Fitur dari 64 PSE Telah Penuhi Self-Assessment PP Tunas, Netflix hingga Shopee Termasuk
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.