TABLOIDBINTANG.COM - Konflik antara Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures terkait film Dosa: Penebusan atau Pengampunan memasuki babak baru.
Kali ini, CEO HAS Putra Group sekaligus pemilik HAS Pictures, Haldy Sabri muncul dengan klarifikasi soal hak dan kewajiban rumah produksi yang dikelolanya.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, suami Irish Bella itu memperlihatkan sejumlah dokumen yang diklaim sebagai bukti pembayaran honor kepada Ratu Sofya selama proses produksi film berlangsung.
Dalam unggahan tersebut, Haldy menunjukkan dua bukti transfer yang jika dijumlahkan mencapai Rp114.660.000.
Haldy menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan kewajiban sesuai kesepakatan yang tercantum dalam kontrak kerja.
"Kami meminta publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan atau membentuk opini yang dapat merugikan nama baik perusahaan sebelum seluruh fakta dan bukti terungkap secara jelas," tulis Haldy dalam pernyataan yang diunggah Rabu (10/6).
Haldy juga menekankan bahwa keterlibatan Ratu Sofya dalam film tersebut berlangsung berdasarkan kesepakatan resmi yang telah disetujui kedua belah pihak.
Menurutnya, kontrak kerja yang ada turut ditandatangani oleh orang tua sang aktris sebagai bentuk persetujuan.
Haldy menjelaskan bahwa seluruh mekanisme pembayaran telah diatur dalam perjanjian dan disalurkan ke rekening yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Selain membantah tudingan terkait honor yang belum dibayarkan, Haldy turut mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Menurutnya, HAS Pictures dan HAS Creative siap mengambil langkah hukum apabila terdapat pernyataan yang dianggap merugikan reputasi perusahaan.
"Jika narasi yang tidak sesuai fakta terus berkembang dan merugikan perusahaan, kami akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Haldy Sabri mengakhiri.



