JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, membantah keras kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam proyek program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apsari memastikan bahwa narasi atau dokumen yang mencantumkan namanya sebagai pemilik ataupun pihak yang terafiliasi dengan dapur penyedia MBG adalah informasi bohong atau hoaks.
BACA JUGA:Sony Sonjaya Bernyanyi Lagi, Sebut 26 Nama Terkait MBG Saat BAP di Kejagung
"Tidak benar itu. Saya tidak punya dapur dan tidak punya afiliasi dengan dapur mana pun," ujar Apsari kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.
Apsari mengklarifikasi hal ini menyusul beredarnya sebuah daftar di media sosial yang memuat sejumlah nama pejabat, tokoh publik, hingga aparat penegak hukum. Dalam daftar itu, mereka disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pengelolaan program MBG.
Nama Apsari Dewi turut dicantumkan dalam daftar tersebut dengan kapasitasnya sebagai Kajari Purwakarta.
Namanya diseret-seret dalam pusaran kasus hukum yang melibatkan mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Sonny Sonjaya. Namun, hingga saat ini tidak ada keterangan resmi maupun fakta hukum yang membuktikan keterlibatan Apsari dalam perkara tersebut.
Saat itu, pihak Sony Sonjaya melalui pengacaranya, Krisna Murti, membeberkan sejumlah pejabat eselon II hingga oknum TNI-Polri diduga terlibat dalam pusaran korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
Oleh karena itu, Apsari menyayangkan pencantuman namanya dalam berbagai isu liar yang beredar tanpa dasar serta data yang jelas, karena berpotensi menyesatkan opini publik. Sebagai aparat penegak hukum, Apsari mengimbau masyarakat agar lebih cermat dan tidak mudah memercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
BACA JUGA:Momen Hangat Ketika Prabowo Sapa Bayi sampai Doakan Pasien di RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Lampung
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan cek fakta atau mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait sebelum menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial.
"Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan lebih kritis menyikapi berbagai kabar agar tidak terjebak pada informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan," kata Apsari.
Melalui klarifikasi resmi ini, ia berharap publik mendapatkan informasi yang utuh, berimbang, dan tidak lagi terpengaruh oleh isu-isu yang tidak didukung oleh fakta yang valid.
Sebelumnya, Tersangka kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sony Sonjaya, mengungkapkan ada 26 nama yang terkait penentuan titik SPPG saat di-BAP Kejagung.
Hal itu dikatakan oleh Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti yang menyebut kliennya sudah memberi 20 lebih nama yang diduga terlibat korupsi tata kelola Makan Gizi Gratis (MBG).
- 1
- 2
- »





