Hendri Satrio Luncurkan Buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo": Membedah Transformasi Gagasan Sumitro dalam Kebijakan Prabowo

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensa, resmi meluncurkan karya tulis ketiganya yang bertajuk "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/6). 

Buku ini mengupas tuntas bagaimana nilai-nilai ekonomi yang dipegang teguh oleh mendiang Sumitro Djojohadikusumo diimplementasikan secara konkret oleh putranya, Presiden Prabowo Subianto.

Hensa menjelaskan bahwa pendekatannya dalam buku ini menggunakan perspektif komunikasi publik untuk melihat kesinambungan visi kesejahteraan yang dibawa Prabowo.

"Estafet ini juga jangan diartikan bahwa Sumitro memberikan tongkat ke Pak Prabowo, tapi saya mengartikan Estafet ini justru Pak Prabowo yang mengambil tongkat dari Sumitro untuk meneruskan gagasan-gagasannya dalam mensejahterakan Indonesia," jelas Hensa.

Peluncuran buku ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. 

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, yang turut hadir menilai buku ini sukses mengabadikan konsep ekonomi kerakyatan.

"Buku ini merupakan sebuah buku yang berusaha mendokumentasi sebuah pemikiran yang bersifat ideologis dari Pak Sumitro Djojohadikusumo, orang tua dari Pak Presiden Prabowo yang merupakan pemikiran ekonomi yang kerakyatan, menerjemahkan Pasal 33 UUD RI dan kemudian bagaimana ekonomi itu dioperasionalkan," ujar Misbakhun.

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko menyoroti sisi etis dari ideologi yang dibahas dalam buku tersebut.

Menurutnya, ideologi menjadi panduan bagi Prabowo untuk tetap berada di jalur yang benar dalam memimpin negara.

"Tema estafet ideologi ini menarik karena ideologi pada dasarnya adalah tentang doing right things atau melakukan suatu hal yang benar. Poin utamanya adalah bagaimana Pak Prabowo bisa meyakini bahwa apa yang beliau lakukan adalah hal yang benar, sehingga kebenaran tersebut juga dieksekusi dengan cara yang benar," tutur Budiman.

Dari perspektif akademis, Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati melihat bahwa visi Sumitro kini telah bertransformasi ke dalam program strategis pemerintah saat ini.

"Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan Program Pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi dan hak azasi manusia," ungkap Ninasapti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Uni Eropa Lirik Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Rupiah Perkasa di Asia - Chatib Basri Beri Masukan MBG ke Prabowo
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi di Pemilu Israel
• 5 jam laludetik.com
thumb
Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Kediri Mulai Sesuaikan Harga Jual
• 6 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.